Stmikkomputama.ac.id – Korps Brigade Mobil (Brimob) jadi bahan perbincangan hangat di dunia maya. Bahkan, kata Brimob sempat menjadi salah satu keyword yang banyak dicari di lama Google, Jumat (29/8/2025).
Awal pangkalnya adalah insiden mobil perintis (Baraccuda) Brimob yang menabrak driver ojol dalam sebuah demonstrasi di Jakarta. Terlepas dari insiden ini, mari kita mengenal lebih jauh Brimob yang sejarahnya telah dimulai sebelum proklamasi 17 Agustus 1945, atau zaman kemerdekaan.
Cikal bakal Brimob telah lahir sejak zaman penjajahan Jepang. Mari simak ulasannya.
Mengutip tribratanews.polri.go.id, Korps Brigade Mobil (Brimob) lahir pada 14 November dan merupakan satuan tertua di Kepolisian Negara Republik Indonesia. Brimob memiliki sejarah panjang dalam pengabdiannya untuk menjaga keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Cikal bakal Brimob telah berdiri sejak zaman penjajahan Jepang. Brimob ikut andil dalam merebut kemerdekaan, bahkan punya peran besar dalam melawan pemberontakan pada masa awal berdirinya Republik Indonesia.
Sejarah Berdirinya Brimob:
1. April 1944
Pemerintah Militer Jepang membentuk Tokubetsu Keisatsu Tai (Pasukan Polisi Istimewa) di setiap Karesidenan Jawa, Madura dan Sumatera beranggotakan polisi muda yang terlatih, disiplin, dan terorganisasi dengan rapih.
2. Agustus 1945
Turut berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan menjadi cikal bakal dibentuknya dari Polri.
3. 14 November 1946
Seluruh kesatuan Tokubetsu Kaisatsu Tai dilebur menjadi Mobile Brigade (Mobrig).
4. 14 November 1961
Presiden Soekarno merubah nama satuan ini menjadi Brigade Mobil (Brimob) dan menetapkannya sebagai Hari Brimob.
Satuan Elite
Melansir Kompas.com, Brimob adalah satuan elite Kepolisian Republik Indonesia yang bertugas menanggulangi ancaman keamanan dan ketertiban masyarakat yang berintensitas tinggi. Satuan ini didirikan pada 14 November 1946 dari cikal bakal pasukan militer Jepang Tokubetsu Kaisatsu Tai.
Organisasi bentukan pemerintah militer Jepang itu kemudian mengalami beberapa kali perubahan nama dari Tokubetsu Kaisatsu Tai menjadi Polisi Istimewa, dan akhirnya menjadi Brigade Mobile (Brimob).
Sejarah singkat kelahiran Korps Brimob
Dikutip dari laman resmi Korps Brimob Polri, proses lahirnya Brimob berlangsung pada periode 1943-1944, yakni pada masa-masa pembentukan organisasi dan barisan militer yang digerakkan oleh pemerintah militer Jepang.
Saat itu pemerintah militer Jepang ingin membentuk pasukan yang dapat bergerak cepat dan memiliki mobilitas tinggi, sebagai bagian dari strategi perang Asia Timur Raya. Inilah yang kemudian melahirkan Tokubetsu Keisatsu Tai pada April 1944. Beranggotakan polisi muda dan pemuda polisi dan didirikan di setiap Karesidenan di seluruh Jawa, Madura dan Sumatera.
Tokubetsu Keisatsu Tai memiliki persenjataan yang lebih lengkap daripada polisi biasa. Calon anggotanya pun memperoleh pendidikan serta latihan kemiliteran dari tentara Jepang. Ketika Jepang menyerah kepada sekutu dan Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, penggemblengan Tokubetsu Keisatsu Tai pun ikut berakhir.
Dan sejak Jepang menyerah kepada sekutu, maka seluruh satuan semimiliter dan militer di Indonesia dibubarkan. Satu-satunya kesatuan yang masih boleh memegang senjata adalah Tokubetsu Keisatsu Tai atau kemudian menjadi Polisi Istimewa (cikal bakal Kepolisian Negara Republik Indonesia).
Pada 21 Agustus 1945, Inspektur Polisi Tk. I. Mohammad Jasin, membacakan teks Proklamasi dari pasukan Polisi di Markas Kesatuan Polisi Istimewa. “Oentoek bersatoe dengan rakjat dalam perjoeangan mempertahankan Proklamasi 17 Agoestoes 1945, dengan ini menjatakan Poelisi sebagai Poelisi Repoeblik Indonesia“.
Kemudian pada 14 November 1946 seluruh kesatuan Polisi Istimewa (Barisan Polisi Istimewa dan Pasukan Polisi Istimewa) dilebur menjadi Mobile Brigade (Mobrig) atau sekarang terkenal dengan sebutan Brigade Mobile (Brimob).
Tugas dan fungsi Korps Brimob
Korps Brimob Polri sebagai bagian integral Polri juga memiliki tugas pokok dan fungsi untuk menanggulangi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) berkadar tinggi. Secara umum, tugas Korps Brimob Polri antara lain:
- Menanggulangi dan menertibkan kerusuhan massa, kejahatan terorganisasi bersenjata api, bom, serta bahan kimia, biologi, dan radioaktif.
- Menjaga keamanan dalam negeri dari ancaman kejahatan yang berintensitas tinggi.
- Memiliki kemampuan Search and Rescue (SAR) yang digunakan dalam tugas-tugas kemanusiaan dalam membantu dan mengevakuasi korban bencana alam yang terjadi di Indonesia.
Menangani kejahatan transnasional seperti, pencucian uang, penangkapan ikan secara ilegal, perdagangan manusia, dan perdagangan narkoba.
Dalam tugasnya Brimob diharapkan dapat membatasi ruang gerak, melumpuhkan, menangkap para pelaku kejahatan beserta saksi dan barang bukti. Hal itu dilakukan dengan cara membantu, melengkapi, melindungi, memperkuat, dan menggantikan satuan kepolisian yang ada.
Sumber Referensi:
- Tribratanews.polri.go.id
- korbrimob.polri.go.id
- Kompas.com
*Penulis adalah jurnalis, membantu di Media Center STMIK Komputama Cilacap