Stmikkomputama.ac.id – Topik mengenai peluru karet trending pada Sabtu dan Minggu (30-31/8/2025), menyusul sejumlah insiden dalam demonstrasi yang terjadi di beberapa daerah.
Banyak yang bertanya, apa itu peluru karet. Pertanyaan ini sangat wajar mengingat banyaknya insiden melibatkan peluru karet, yang muaranya adalah: kekhawatiran peluru karet menyebabkan cedera serius dan atau bahkan kematian.
Pertanyaan mendasar itu penting untuk menjawab perbedaannya dengan peluru tajam, yang memang dibuat dalam situasi tempur. Ada pula yang disebut dengan peluru hampa.
Untuk mengetahui lebih jauh mengenai perbedaan peluru karet dan peluru tajam simak ulasan berikut ini.
Apa Itu Peluru Karet?
Melansir Wikipedia, peluru karet adalah proyektil yang terbuat atau terlapisi oleh karet yang ditembakkan dari senjata api. Peluru karet digunakan sebagai senjata tidak mematikan, tetapi tetap dapat menembus kulit manusia.
Peluru karet tetap dapat menyebabkan kematian apabila digunakan pada jarak dekat atau terkena bagian vital seperti kepala. Peluru karet, bersama dengan peluru plastik, lilin, dan kayu, digunakan pada saat kerusuhan atau unjuk rasa.
Proyektil ini pertama kali diperkenalkan oleh pemerintah Amerika Serikat guna menghadang demonstran anti perang Vietnam pada tahun 1960-an.
Awas, Peluru karet Bisa Picu Kematian Jika..
Melansir Tirto.iad, peluru-peluru tersebut biasanya ditembakkan dengan proyektil, yaitu alat untuk menembakkan peluru. Baik peluru tajam (peluru sungguhan) maupun peluru karet atau plastik ditembakkan dengan proyektil sehingga dapat menengani sasaran. Pada umumnya peluru ditembakkan di area tungkai ke bawah.
Namun, ahli berpendapat peluru semacam itu, seharusnya tidak dipakai untuk mengamankan massa, karena dapat menyebabkan kematian, meskipun disebut hanya melumpuhkan.
“Temuan kami mengindikasikan senjata-senjata ini memiliki potensi menyebabkan luka serius dan kematian,” kata salah seorang ahli, sebagaimana dilansir The Guardian.
Peluru yang ditembakkan dengan proyektil dalam jarak dekat dapat menyebabkan luka parah, sedangkan pada jarak jauh membuat tembakan tidak akurat. Faktor jarak tembak berperan penting dalam menimbulkan luka atau tidak.
“Jika Anda sangat dekat dengan seseorang dan membidiknya, kecepatan [peluru karet] dengan peluru tajam sama dan keduanya berbahaya dan bisa saja mematikan,” kata Rohini Haar, penulis studi mengenai peluru di University of California, Berkeley.
“Jika kamu menembak dari jauh, kamu tidak bisa membidiknya […] benda itu akan memantul dan berputar di udara.”
Peluru karet adalah peluru yang terbuat dari karet alih-alih logam yang ditembakkan dengan cara yang sama, yaitu dengan proyektil. Proyektil menggunakan tenaga panas yang akan membuat peluru melesat jauh.
Namun, karena karet memiliki karakteristik isolator (menahan energi panas), maka ketika ditembakkan, kecepatannya akan berkurang drastis dan tidak dapat melakukan penetrasi ke tubuh sasaran.
Beda Peluru Karet, Peluru Tajam dan Peluru Hampa (Kosong)
Peluru karet
Peluru karet yang ditembakkan dengan proyektil hanya akan menimbulkan cedera balistik tumpul, tidak sampai menembus sasaran, sebagaimana peluru tajam, demikian diwartakan South China Morning Post (SCMP).
Namun, terkadang bukan pelurunya yang menjadi masalah, tetapi proyektilnya. selain jarak, proyektil memiliki peran penting seberapa besar cedera atau luka yang dihasilkan.
Dalam tinjauan sistematik 2017 mengenai literatur kematian, luka dan cacat yang diakibatkan oleh proyektil kinetik dalam mengontrol huru-hara, ditemukan 53 meninggal (dari 1,984 korban teridentifikasi), dengan trauma di bagian kepala dan leher.
Bagian torso (dada dan organ perut) mencapai seperempat dari total korban, dan luka karena penetrasi peluru (luka tembak) terhitung dua kali lipat daripada kematian yang disebabkan cedera peluru tajam.
Korban yang bertahan hidup, 71 persen di antaranya mengalami luka yang memerlukan penanganan khusus, 300 orang (16 persen) mengalami cacat permanen.
Mata adalah bagian paling rentan, dan 85 persen luka di bagian mata menyebabkan buta permanen. Sebaliknya, pada tubuh bagian bawah yang terkena peluru karet yang ditembakkan proyektil hanya 0,01 persen yang mengalami cedera parah.
Peluru karet ditemukan pada 1970-an oleh Kementerian Pertahanan Inggris untuk mengontrol kerusuhan di Irlandia Utara. Pada saat itu, 55 ribu peluru karet ditembakkan dengan proyektil oleh tentara Inggris ke orang Irlandia.
Peluru yang ditembakkan dalam jarak dekat menimbulkan tiga kematian dan sebagian besar cedera.
Peluru Tajam
Peluru tajam atau peluru hidup adalah peluru sungguhan yang terbuat dari logam (biasanya kuningan). Ditembakkan dengan cara yang sama dengan peluru karet, atau peluru plastik, yaitu dengan proyektil.
Peluru tajam dapat mematikan sasaran, karena dapat melakukan penetrasi ke dalam organ tubuh manusia. Medical Express menyebut peluru akan mematikan jika menembus otak.
Sembilan puluh persen luka otak akibat penetrasi peluru berujung kematian. Sisanya, sebanyak 1 dari 10 korban dapat hidup dengan cacat permanen di beberapa bagian tubuh.
Pada bagian tubuh lain, Drugs.com melansir, dapat menyebabkan luka dan cedera, seperti di hati, perut, usus, juga bisa mengenai gijal, kandung kemih, dan bagian perut lainnya dan sasaran masih bisa hidup dengan perawatan cepat dan tepat.
Untuk melumpuhkan sasaran, biasanya peluru tajam ditembakkan ke bagian tubuh betis ke bawah. Polisi jarang menggunakan peluru tajam untuk mengamankan massa saat demonstrasi karena berisiko besar menyebabkan kematian atau luka fatal.
Peluru Kosong
Peluru kosong tidak benar-benar berisi peluru, tetapi hanya selongsong yang ditembakkan dengan proyektil. Tujuan dari senjata ini adalah untuk memberikan tembakan peringatan karena ada efek suara ledakan dan percikan api.
Peluru kosong biasanya ditembakkan ke udara, agar efek suara yang dihasilkan maksimal.
Sumber:
- Wikipedia.id
- Tirto.id
*Penulis adalah jurnalis, membantu di Media Center STMIK Komputama Cilacap