Unikma.ac.id – Cegukan adalah kondisi umum yang tampak sepele, namun bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Suara “hik.. hik..” yang muncul berulang akibat kontraksi tak terkendali pada otot diafragma ini membuat seseorang sulit berbicara, makan, bahkan bernapas dengan nyaman.
Umumnya, cegukan muncul secara tiba-tiba setelah makan terlalu cepat, menelan udara, atau mengalami perubahan suhu mendadak. Meski berlangsung singkat, sensasi tersendat saat bernapas dan suara khasnya sering menimbulkan rasa tidak nyaman, terlebih jika terjadi di tempat umum atau saat sedang beraktivitas penting.
Namun, dalam beberapa kasus, cegukan dapat berlangsung lama dan menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan serius seperti refluks asam lambung, gangguan saraf, atau masalah metabolik. Kondisi ini bisa menurunkan kualitas hidup karena mengganggu tidur, menimbulkan rasa lelah, dan menghambat konsentrasi.
Oleh sebab itu, mengenali penyebab dan cara mengatasinya sangat penting. Langkah sederhana seperti menahan napas, minum air perlahan, atau menelan gula bisa membantu meredakan cegukan. Jika tak kunjung hilang lebih dari dua hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Apa Itu Cegukan?
Melansir puskesmasjakem-dikes.lombokbaratkab.go.id, cegukan adalah kondisi ketika otot diafragma—otot yang memisahkan rongga dada dan perut—berkontraksi secara tiba-tiba dan tak terkendali. Setiap kali kontraksi terjadi, udara masuk ke paru-paru secara cepat, lalu pita suara menutup secara mendadak dan menghasilkan suara khas “hik”. Itulah yang disebut cegukan.
Secara umum, cegukan merupakan refleks alami tubuh yang biasanya tidak berbahaya dan berlangsung hanya beberapa menit. Namun, cegukan juga bisa muncul karena berbagai faktor, seperti makan atau minum terlalu cepat, menelan udara berlebih, perubahan suhu mendadak, atau stres emosional. Dalam kasus yang jarang, cegukan yang berlangsung lama bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan pada sistem saraf, pencernaan, atau metabolisme tubuh.
Berikut ini adalah penyebab cegukan dan solusi praktis mengatasi cegukan, merujuk laman Puskesmas Jakem, Lombok Barat dan situs Liputan6.com, Jumat (7/11/2025):
Penyebab Cegukan
- Makan atau Minum Terlalu Cepat: Menyebabkan udara ikut tertelan dan menekan diafragma, memicu cegukan.
- Perubahan Suhu Mendadak: Pergantian suhu panas ke dingin secara tiba-tiba dapat menstimulasi saraf di tenggorokan dan diafragma.
- Emosi dan Stres: Ketegangan emosional atau kecemasan dapat mengganggu kerja sistem saraf yang mengatur pernapasan.
- Konsumsi Minuman Bersoda: Gas dalam minuman berkarbonasi dapat memperluas lambung dan menekan diafragma.
- Gangguan Pencernaan: Refluks asam atauperut kembung bisa mengiritasi diafragma dan memicu cegukan.
- Gangguan Saraf: Cedera atau iritasi pada saraf vagus dan frenikus menyebabkan kontraksi diafragma tak terkendali.
- Efek Pengobatan: Beberapa obat seperti anestesi, steroid, atau kemoterapi dapat memicu cegukan.
- Masalah Kesehatan Serius: Penyakit jantung, paru, atau kanker di area dada dapat menekan saraf dan menimbulkan cegukan berkepanjangan.
Solusi Mengatasi Cegukan:
1. Minum Air Putih Perlahan
Minum air secara perlahan dapat membantu menstimulasi saraf vagus dan menenangkan kontraksi pada diafragma. Pastikan air diminum sedikit demi sedikit tanpa menelan udara agar tidak memperparah cegukan.
2. Menahan Napas Beberapa Detik
Ambil napas dalam-dalam, lalu tahan selama 10–20 detik sebelum menghembuskannya perlahan. Cara ini meningkatkan kadar karbon dioksida dalam darah, yang dapat membantu menghentikan refleks cegukan.
3. Menelan Gula atau Madu
Menelan satu sendok teh gula pasir atau madu bisa menstimulasi saraf di tenggorokan dan menghentikan cegukan. Tekstur manis membantu memicu refleks menelan yang menenangkan sistem saraf yang terlibat.
4. Menutup Hidung dan Mulut (Manuver Valsava)
Tutup hidung dan mulut rapat-rapat, lalu coba hembuskan napas kuat seolah-olah sedang meniup udara keluar. Teknik ini membantu menyeimbangkan tekanan di dada dan menormalkan irama pernapasan.
5. Berkumur dengan Air Dingin
Berkumur air dingin membantu menstimulasi saraf di tenggorokan dan memberi efek menenangkan pada diafragma. Suhu dingin juga bisa menghentikan refleks cegukan secara cepat.
6. Menekan Lidah Secara Lembut
Gunakan jari bersih untuk menekan bagian belakang lidah secara perlahan. Cara ini menstimulasi saraf vagus dan bisa menghentikan cegukan dengan menekan refleks pernapasan.
7. Menghirup Kertas Cokelat (Breathing Technique)
Bernapaslah perlahan menggunakan kantong kertas kecil (bukan plastik). Teknik ini meningkatkan kadar CO₂ dalam darah, yang dapat mengendurkan otot diafragma dan menghentikan cegukan.
8. Mengonsumsi Makanan Pedas atau Asam
Rasa pedas dari cabai atau asam dari lemon dapat mengalihkan fokus sistem saraf dan menghentikan refleks cegukan. Namun, cara ini tidak disarankan bagi penderita maag atau gangguan lambung.
9. Menarik atau Menelan Ludah Berulang
Menelan ludah berulang kali membantu menjaga ritme normal otot pernapasan dan mengganggu pola cegukan. Ini merupakan cara paling sederhana dan bisa dilakukan kapan saja.
10. Mengalihkan Fokus atau Relaksasi
Kadang cegukan berhenti saat tubuh lebih rileks. Duduk tenang, tarik napas perlahan, dan hindari panik. Cegukan sering kali hilang sendiri setelah beberapa menit saat tubuh kembali ke kondisi normal.
—
*Penyusunan artikel dengan bantuan ai.unikma.ac.id
**Tim Humas Universitas Komputama (UNIKMA), Cilacap, Jawa Tengah
Sumber:
- Puskesmas Jakem – https://puskesmasjakem-dikes.lombokbaratkab.go.id/artikel/mengatasi-dan-memahami-cegukan-tips-sederhana-untuk-kesehatan-optimal/
- Liputan6.com – https://www.liputan6.com/hot/read/4514272/16-penyebab-cegukan-tiba-tiba-begini-cara-menghentikannya









