Banner Tarik Pameran Elektronik dan Teknologi Modern Biru dan Merah Muda (1)
previous arrow
next arrow

Menjadi Guru Digitalpreneur di Era AI: Mengajar, Berkarya dan Berwirausaha

Unikma.ac.id – Di era ketika kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) berkembang pesat, peran guru tidak lagi […]


Unikma.ac.id – Di era ketika kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) berkembang pesat, peran guru tidak lagi terbatas pada pengajar di ruang kelas. Guru modern adalah creator, innovator, sekaligus digitalpreneur, sosok yang mampu memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan karya, membuka peluang usaha, dan berdampak lebih luas bagi masyarakat.

Bagi mahasiswa pendidikan, terutama calon pendidik matematika di kampus berbasis teknologi seperti Universitas Komputama (UNIKMA), Cilacap, Jawa Tengah, memahami konsep ini bukan lagi pilihan, tetapi keharusan.

Guru Digitalpreneur. Siapa dan Mengapa Penting?

Guru digitalpreneur adalah pendidik yang memanfaatkan teknologi untuk menciptakan produk atau layanan digital, baik untuk pendidikan maupun kebutuhan publik.

Mulai dari membuat modul interaktif, e-book, kuis digital berbayar, video pembelajaran, hingga aplikasi berbasis AI, semua ini adalah peluang nyata yang kini bisa dikuasai hanya dengan laptop dan koneksi internet.

Mengapa penting?

Karena:

1. Model pembelajaran berubah. Siswa dan mahasiswa kini belajar melalui platform digital, sehingga guru harus hadir di ruang-ruang tersebut.

2. Pasar konten edukasi tumbuh. Banyak orang bersedia membayar materi yang ringkas, menarik, dan mudah dipahami.

3. AI mempermudah produksi konten. Guru tidak perlu ahli desain atau coding, AI dapat membantu membuatnya secara cepat dan efisien.

4. Profesionalisme meningkat. Guru menjadi pembelajar sepanjang hayat yang terus berinovasi.

Bagaimana Guru Bisa Menjadi Digitalpreneur?

1. Membangun Identitas Digital Edukatif

Guru masa kini perlu memiliki branding sebagai pendidik digital. Identitas ini bisa dibangun melalui:

  • Instagram edukasi
  • Channel YouTube pembelajaran
  • Blog materi matematika
  • E-book yang dibagikan atau dijual

Identitas digital membantu guru membangun kredibilitas sekaligus membuka jalan profesional baru.

2. Memanfaatkan AI untuk Menghasilkan Produk Digital

AI telah membuka jalan bagi guru untuk berkarya lebih cepat. Misalnya:

ChatGPT → menghasilkan naskah modul, soal, skenario pembelajaran, bahkan ide konten.

Canva AI → membuat desain poster, infografis, dan e-book dalam hitungan menit.

Tome & Gamma AI → membuat presentasi interaktif berkualitas tinggi.

Google Gemini → membantu riset materi pembelajaran.

Dengan alat ini, guru dapat menghasilkan produk yang layak jual tanpa harus menguasai software kompleks.

3. Mengembangkan Platform Pembelajaran Sendiri

Guru digitalpreneur dapat mengubah ilmu menjadi:

  • Kelas online berbayar
  • Workshop interaktif
  • Produk digital, seperti: template RPP, LKS, modul, soal
  • Website pembelajaran sederhana
  • Kuis dan video interaktif

Bahkan guru matematika dapat membuat worksheet generator atau bank soal otomatis berbasis AI, kebutuhan yang sangat dibutuhkan sekolah-sekolah.

4. Membangun Komunitas dan Jaringan

Digitalpreneur tidak bekerja sendiri. Guru perlu aktif dalam:

  • Komunitas pendidik
  • Forum AI & teknologi
  • Grup sharing micro-teaching
  • Kolaborasi antar kampus

Dengan komunitas, inovasi berkembang lebih cepat dan peluang bisnis pendidikan semakin terbuka.

Era AI: Tantangan atau Peluang bagi Mahasiswa Pendidikan Matematika?

Bagi mahasiswa, era AI bukan ancaman, tetapi panggung besar.

Mahasiswa pendidikan matematika bisa:

  • Membuat konten matematika mudah dipahami
  • Mendesain aplikasi kalkulator tertentudengan AI low-code
  • Menjual template bahan ajar matematika
  • Membuat “microlearning video” untuk platform sosial
  • Menjadi tutor online lewat platform digital

Semua ini memperkuat portofolio ketika kelak menjadi pendidik profesional.

Guru masa depan adalah pendidik yang fleksibel, kreatif, dan siap bertransformasi.

Digitalpreneurship bukan sekadar tren, tetapi orientasi baru dunia pendidikan yang menggabungkan pengajaran, inovasi, dan kewirausahaan.

Dengan teknologi dan AI, guru dapat memberikan dampak jauh lebih luas daripada batas ruang kelas.

Mahasiswa pendidikan, khususnya yang berada di lingkungan kampus IT seperti UNIKMA, memiliki peluang besar untuk menjadi pelopor pendidikan digital masa depan.

Ingin menjadi pendidik modern yang tidak hanya mengajar, tetapi juga berkarya dan berwirausaha melalui teknologi?

Mari bergabung di Prodi Pendidikan Matematika UNIVERSITAS KOMPUTAMA, kampus yang memadukan matematika, teknologi, dan kreativitas untuk membentuk guru digitalpreneur masa depan.

Daftar sekarang! Jadilah pendidik cerdas yang menguasai AI, inovasi, dan digital entrepreneurship!

Penulis: Eko Sutrisno, M.Pd, dosen Pendidikan Matematika Universitas Komputama (UNIKMA), Cilacap, Jawa Tengah
Editor: Muhamad Ridlo

Referensi:

1. Prensky, M. (2010). Teaching Digital Natives: Partnering for Real Learning. Corwin Press.

2. Mishra, P., & Koehler, M. J. (2006). Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK): A framework for teacher knowledge. Teachers College Record.

3. Gee, J. P. (2003). What Video Games Have to Teach Us About Learning and Literacy. Palgrave Macmillan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *