Banner Tarik Pameran Elektronik dan Teknologi Modern Biru dan Merah Muda (1)
previous arrow
next arrow

Mengenal Sistem Terdistribusi, Fondasi Teknologi Modern

Unikma.ac.id – Sistem terdistribusi menjadi salah satu teknologi yang kian banyak diadopsi seiring meningkatnya kebutuhan […]

Ilustrasi sistem terdistribusi, fondasi teknologi modern. (Foto: AI/Ahmad Latif/Unikma.ac.id)


Unikma.ac.id – Sistem terdistribusi menjadi salah satu teknologi yang kian banyak diadopsi seiring meningkatnya kebutuhan akan layanan digital berkecepatan tinggi dan selalu tersedia.

Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan beberapa perangkat atau komputer yang terhubung melalui jaringan untuk menyelesaikan tugas secara bersama-sama, sehingga dianggap lebih efisien dibanding sistem terpusat.

Keunggulan utama sistem terdistribusi terletak pada kemampuan skalabilitas dan ketahanannya. Node atau perangkat baru dapat ditambahkan sesuai kebutuhan tanpa harus menghentikan layanan yang berjalan.

Selain itu, jika terjadi gangguan pada salah satu perangkat, sistem tetap dapat beroperasi karena tugas dapat dialihkan ke perangkat lain. Kemampuan ini menjadi alasan banyak perusahaan, terutama penyedia layanan digital, mulai mengadopsi konsep tersebut untuk meningkatkan keandalan layanan.

Di balik layanan digital seperti Google, Netflix, dan Gojek, tersembunyi sistem kompleks bernama sistem terdistribusi. Sistem ini memungkinkan layanan tetap cepat, tersedia, dan andal meskipun digunakan oleh jutaan orang secara bersamaan.

Apa Itu Sistem Terdistribusi?

Menurut Tanenbaum & van Steen (2007) dalam bukunya Distributed Systems: Principles and Paradigms, sistem terdistribusi adalah:

 “Kumpulan komputer independen yang tampak bagi pengguna sebagai satu sistem tunggal.”

Artinya, meskipun terdiri dari banyak komputer di tempat berbeda, pengguna merasa sedang memakai satu sistem yang utuh.

Mengapa Sistem Terdistribusi Penting?

  1. Skalabilitas Tinggi

Layanan bisa berkembang cukup dengan menambah node/server baru.

  1. Tahan Gangguan (Fault Tolerance)

Bila satu server gagal, yang lain tetap bisa melayani permintaan.

  1. Akses Lebih Cepat

Server bisa diletakkan lebih dekat dengan pengguna (contoh: CDN Netflix).

Tantangan dalam Sistem Terdistribusi

  • Sinkronisasi waktu: Komputer perlu menyamakan waktu (misalnya pakai NTP).
  • Konsensus: Komputer harus sepakat dalam pengambilan keputusan (algoritma seperti Paxos, Raft).
  • Konsistensi data: Harus dipastikan data sama di semua node meski banyak transaksi bersamaan (CAP Theorem).

Contoh Nyata:

  • Google Drive: File disimpan dan direplikasi di beberapa server global.
  • Ojek Online: Lokasi, pesanan, dan pembayaran diproses oleh banyak server secara paralel.
  • Blockchain: Setiap node menyimpan salinan data dan menyepakati transaksi melalui konsensus.

*Ahmad Latif, M.Kom. Penulis adalah dosen Universitas Komputama (UNIKMA), Cilacap, Jawa Tengah

Referensi:

  • Tanenbaum, A. S., & van Steen, M. (2007). Distributed Systems: Principles and Paradigms. Pearson Education.
  • Coulouris, G., Dollimore, J., Kindberg, T., & Blair, G. (2012). Distributed Systems: Concepts and Design. Addison-Wesley.
  • Brewer, E. A. (2000). Towards robust distributed systems. PODC Keynote (CAP Theorem).

 

 

Penulis : Ahmad Latif, M.Kom. Dosen Teknik Informatika , Universitas Komputama Cilacap (UNIKMA) “Local Campus Global Values”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *