Slide 3
Slide 2
KULIAH DI STMIK KOMPUTAMA MAJENANG
KULIAH GRATIS 100%

Dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kamu bisa kuliah gratis 100% dan juga bisa dapat uang saku tiap bulan

Slide 1
“LOCAL CAMPUS GLOBAL VALUES”
previous arrow
next arrow
Home » article » Mengenal Gas Air Mata, Bahaya dan Tips Penanganan Cepatnya

Mengenal Gas Air Mata, Bahaya dan Tips Penanganan Cepatnya

Stmikkomputama.ac.id – Topik tentang gas air mata mengemuka seturut demonstrasi di berbagai daerah pada akhir […]


Stmikkomputama.ac.id – Topik tentang gas air mata mengemuka seturut demonstrasi di berbagai daerah pada akhir Agustus 2025 ini. Diketahui, aparat mengendalikan massa dengan melontarkan gas air mata.

Dalam berbagai video dan foto yang beredar, banyak demonstran yang terkena gas air mata. Tak hanya itu, pelintas yang bukan merupakan massa demonstrasi juga terkena dampaknya.

Seruan penghentian penggunaan gas air mata pun mengemuka.

Masyarakat perlu tahu apa itu gas air mata, bahaya dan cara penanganannya. Mengingat situasi yang terkadang di luar kendali.

Apa Itu Gas Air Mata?

Gas air mata adalah senjata kimia non-mematikan yang menyebabkan iritasi sementara pada mata, saluran pernapasan, dan kulit, sehingga melumpuhkan individu untuk sementara waktu.

Gas air mata adalah kumpulan bahan kimia yang menyebabkan iritasi kulit, pernapasan, dan mata. Ini biasanya digunakan dari tabung, granat, atau semprotan bertekanan. Terlepas dari namanya, gas air mata bukanlah gas. Ini adalah bubuk bertekanan yang menciptakan kabut saat digunakan. Bentuk gas air mata yang paling umum digunakan adalah 2-chlorobenzalmalononitrile (CS gas).

Mengutip Alodokter.com, gas air mata mengandung sejumlah bahan kimia, seperti chloroacetophenone (CN) dan chlorobenzylidenemalononitrile (CS). Paparan bahan kimia tersebut secara langsung dapat menyebabkan iritasi pada mata, sistem pernapasan, dan kulit.

Bahaya Gas Air Mata dan Dampaknya Yang Dapat Mengakibatkan Kematian

Melansir ekahospital.com, Menurut dokter spesialis mata, Mohamad Arief Herdiawan, paparan dari gas air mata dapat menyebabkan sensasi yang menyakitkan seperti terasa seperti terbakar, batuk, rasa sesak, gangguan pernapasan.

“Tidak hanya berefek pada mata saja, tetapi juga dapat menyebabkan efek iritasi kulit, dan dapat menyebabkan gangguan pada saluran napas sehingga sulit bernapas,”.

Dampak Kesehatan dari Gas Air Mata

Kontak dengan gas air mata menyebabkan iritasi pada sistem pernapasan, mata, dan kulit. Rasa sakit terjadi karena bahan kimia dalam gas air mata.

Tingkat Keparahan Tergantung pada:

  • Apakah Anda berada di ruang tertutup atau ruang terbuka?
  • Berapa banyak gas air mata yang digunakan?
  • Seberapa dekat Anda dengan gas air mata saat dilepaskan?
  • Apakah Anda memiliki kondisi yang tubuh yang kurang baik saat terkena gas air mata?

Efek potensial dari paparan gas air mata:

1.Gejala mata

Segera setelah terpapar gas air mata, Anda dapat mengalami gejala mata berikut:

  • Luka pada mata
  • Penutupan kelopak mata yang tidak disengaja
  • Gatal
  • Mata terasa terbakar
  • Kebutaan sementara
  • Pandangan yang kabur

Paparan jangka panjang atau paparan jarak dekat dapat menyebabkan:

  • Kebutaan
  • Pendarahan
  • Kerusakan saraf
  • Katarak
  • Erosi kornea

2. Gejala pernapasan
Menghirup gas air mata dapat menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Orang dengan kondisi pernapasan yang sudah ada sebelumnya memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala parah seperti gagal napas.
Gejala pernapasan meliputi:

  • Tersedak
  • Terbakar dan gatal pada hidung dan tenggorokan anda
  • Kesulitan bernapas
  • Batuk
  • Mengeluarkan air liur
  • Sesak dada
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Gagal napas
  • Dalam kasus yang parah dapat menyebabkan kematian.

3. Gejala kulit

Ketika gas air mata bersentuhan dengan kulit yang terbuka, dapat menyebabkan iritasi dan rasa sakit. Iritasi dapat berlangsung selama berhari-hari dalam kasus yang parah. Gejala lain termasuk:

  • Gatal
  • Kemerahan
  • Melepuh
  • Alergi
  • Luka bakar

Paparan gas air mata dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung atau tekanan darah. Pada orang dengan kondisi jantung yang sudah ada sebelumnya, ini dapat menyebabkan serangan jantung atau kematian.

Cara terbaik untuk mengobati efek gas air mata

Anda mungkin dapat meminimalkan paparan gas air mata dengan menutupi mata, mulut, hidung, dan kulit. Mengenakan syal atau kain untuk menutup hidung dan mulut agar dapat membantu mencegah sebagian gas memasuki saluran pernapasan. Mengenakan kacamata dapat membantu mengurangi iritasi pada mata.

Lalu, Anda harus segera menjauh dari sumber gas air mata setelah terpapar dan mencari udara segar. Uap dari gas air mata dalam beberapa saat akan mengendap di tanah, jadi sebaiknya mencari tempat yang lebih tinggi jika memungkinkan. Anda dapat membasuh mata dengan membilasnya dengan air sampai terasa benar-benar sensasi gas air mata telah hilang.

Tips Saat Terkena Gas Air Mata

Melansir Alodokter.com, ketika Anda terkena gas air mata, usahakan tetap tenang, jangan panik, dan segera lakukan langkah-langkah berikut ini:

1. Tutup hidung, mata, dan mulut
Segera tutup rapat hidung, mulut, dan mata untuk meminimalkan gas yang terhirup. Jika Anda membawa masker atau kacamata, segera gunakan masker atau kacamata tersebut.

Setelah itu, segera lari ke tempat aman yang jauh dari lokasi penembakan gas air mata. Jika memungkinkan, carilah tempat yang tinggi. Jangan ragu untuk minta pertolongan pertama kepada petugas kesehatan yang sedang bertugas di lapangan bila Anda mengalami sesak napas.

2. Basuh bagian tubuh yang terkena gas air mata
Setelah menjauh dari lokasi ditembakkannya gas air mata, coba periksa tubuh Anda. Jika kulit atau ada bagian tubuh Anda terkena gas air mata, segera basuh dengan air bersih dan sabun. Cara ini dapat melindungi Anda dan orang sekitar dari kontaminasi gas air mata yang menempel di baju dan tubuh.

Jika gas mengenai mata, segera basuh mata dengan air bersih selama 10–15 menit. Hindari menggosok mata agar tidak makin perih. Bila Anda mengenakan lensa kontak, segera lepas dan jangan menggunakannya kembali. Jika Anda mengenakan kacamata, bersihkan kacamata dengan air dan sebelum digunakan kembali.

3. Ganti atau buang pakaian yang terkontaminasi
Pakaian yang terkena gas air mata harus segera dilepas dan diganti. Khusus untuk baju yang dilepas melewati kepala, Anda dianjurkan untuk mengguntingnya. Jika Anda membantu orang lain melepas pakaiannya, berhati-hatilah agar tidak menyentuh bagian yang terkena gas air mata.

Pisahkan pakaian yang terkena gas air mata saat Anda mencucinya. Jika kontaminasi gas cukup parah dan sulit dihilangkan, masukkan pakaian tersebut ke dalam plastik, kemudian buang ke tempat pembuangan sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun).

4. Segera bersihkan diri dengan mandi
Segera mandi untuk membersihkan tubuh Anda dari sisa-sisa gas air mata yang mungkin masih menempel di kulit. Bilas seluruh tubuh, termasuk rambut, menggunakan air yang mengalir dan sabun. Jangan mandi dengan cara berendam untuk menghindari kontaminasi lanjutan dari gas air mata yang bercampur dengan air dalam bathtub.

Pada kebanyakan kasus, orang yang terkena gas air mata biasanya tidak mengalami efek jangka panjang yang serius. Komplikasi kesehatan akibat gas air mata pun juga jarang terjadi.

Namun, anak-anak dan orang yang menderita gangguan pernapasan, seperti asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), berisiko lebih tinggi mengalami gejala yang parah dan komplikasi ketika terkena gas air mata, seperti gagal napas, kebutaan, bahkan kematian.

Paparan gas air mata juga dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung atau tekanan darah. Pada orang yang memiliki penyakit jantung, ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Efek tersebut akan lebih rentan terjadi apabila terpapar gas air mata dalam waktu lama atau dalam dosis tinggi di area tertutup.

Selain itu, dalam beberapa kasus, paparan gas air mata yang berkepanjangan atau berulang juga dapat menyebabkan gejala gangguan stres pascatrauma atau PTSD.

Oleh karena itu, jika Anda terkena gas air mata dan gejala yang Anda alami tak kunjung membaik, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Sumber:

  • Ekahospital.com
  • Alodokter.com
  • Meta.ai

*Penulis adalah jurnalis, membantu di Media Center STMIK Komputama Cilacap

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *