Stmikkomputama.ac.id – Bilangan biner merupakan salah satu fondasi utama dalam dunia komputer. Dalam teknologi informasi (TI) maupun sistem informasi (SI), setiap data yang diolah komputer pada akhirnya diterjemahkan ke dalam bentuk biner, yaitu 0 dan 1.
Tidak hanya menjadi dasar bagi perangkat keras dan perangkat lunak, bilangan biner juga dapat dimaknai secara filosofis dalam kehidupan manusia, misalnya terkait dengan konsep hidup dan mati.
Makna Bilangan Biner
Bilangan biner adalah sistem bilangan berbasis dua (base-2) yang hanya menggunakan dua simbol: 0 dan 1. Setiap digit dalam sistem biner disebut bit (binary digit). Sistem ini sesuai dengan prinsip kerja komputer, yaitu menggunakan dua kondisi listrik: ada arus (1) atau tidak ada arus (0).
Kesederhanaan inilah yang menjadikan biner sebagai bahasa universal komputer. Dari bilangan biner, terbentuklah instruksi, program, hingga aplikasi kompleks yang kita gunakan sehari-hari.
Penerapan Bilangan Biner dalam Dunia Komputer:
1. Representasi Data
Teks, angka, gambar, suara, hingga video semuanya direpresentasikan dalam bentuk biner. Misalnya, huruf “A” dalam ASCII memiliki kode biner 01000001.
2. Bahasa Mesin dan Pemrograman
Bahasa pemrograman tingkat tinggi (seperti Java, Python, atau C++) pada akhirnya diterjemahkan menjadi instruksi biner agar dapat dieksekusi oleh prosesor.
3. Sirkuit Digital
Komputer dibangun dari gerbang logika (logic gates) yang beroperasi dengan prinsip biner, seperti AND, OR, dan NOT. Semua operasi aritmetika maupun logika berasal dari kombinasi sederhana ini.
4. Penyimpanan Data
Hard disk, SSD, dan flash disk menyimpan data dalam bentuk bit. Setiap bit direpresentasikan oleh kondisi fisik tertentu, misalnya muatan listrik atau sifat magnetis.
5. Jaringan Komputer
Data yang dikirim melalui jaringan internet dipaketkan dalam bentuk biner, lalu dikirimkan melalui sinyal listrik, gelombang radio, atau cahaya.
Hubungan Bilangan Biner dengan Konsep Hidup dan Mati
Secara filosofis, bilangan biner sering dikaitkan dengan keberadaan (1) dan ketiadaan (0). Jika diterapkan pada kehidupan manusia:
1 (hidup) → melambangkan adanya nyawa, aktivitas, kesadaran, dan kebermaknaan hidup.
0 (mati) → melambangkan tiadanya kehidupan, berhentinya aktivitas biologis, dan kembalinya manusia kepada Sang Pencipta.
Dalam konteks spiritual maupun teknologi, hidup dan mati sesungguhnya memiliki kesamaan makna dengan logika biner: ada atau tiada. Bahkan, dalam dunia medis, kondisi “hidup” seseorang dapat diidentifikasi melalui sinyal listrik pada otak (EEG) atau jantung (EKG). Ketika sinyal listrik tersebut berhenti, kondisi berubah dari “1” (hidup) menjadi “0” (mati).
Refleksi ini menunjukkan bahwa bilangan biner bukan hanya konsep matematis untuk komputer, tetapi juga simbol universal yang dapat merepresentasikan realitas kehidupan manusia.
Relevansi dalam Bidang TI dan SI
Teknologi Informasi (TI): Bilangan biner menjadi bahasa dasar dalam pembangunan sistem komputer, mulai dari perangkat keras hingga perangkat lunak.
Sistem Informasi (SI): Pemahaman tentang biner membantu praktisi memahami bagaimana data direpresentasikan, diolah, dan dipresentasikan untuk mendukung pengambilan keputusan dalam bisnis dan organisasi.
Bilangan biner adalah sistem dasar yang memungkinkan komputer memproses data secara digital. Penerapannya meliputi representasi data, pemrograman, sirkuit digital, penyimpanan, hingga jaringan. Selain itu, bilangan biner juga memiliki makna filosofis yang berkaitan dengan hidup dan mati: 1 sebagai simbol kehidupan, dan 0 sebagai simbol kematian. Dengan demikian, biner bukan hanya bahasa mesin, melainkan juga bahasa universal yang merefleksikan realitas hidup manusia.
Referensi :
- Jogiyanto Hartono. (2017). Sistem Teknologi Informasi. Yogyakarta: Andi Offset.
- Sutarman. (2012). Pengantar Teknologi Informasi. Jakarta: Bumi Aksara.
- Kadir, Abdul. (2013). Pengenalan Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi.
- Suryana, T. (2021). “Bilangan Biner dalam Perkembangan Teknologi Digital”. Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi, 9(2), 55-63.
- Hidayat, R. (2019). “Relevansi Sistem Bilangan dalam Dunia Komputer”. Jurnal Teknologi Informasi dan Pendidikan, 12(1), 22-30.
- Meta.ai
*Penulis adalah Dosen Pendidikan Matematika STMIK Komputama Cilacap