Banner Tarik Pameran Elektronik dan Teknologi Modern Biru dan Merah Muda (1)
previous arrow
next arrow

Mahasiswa dan AI: Membuat Soal Otomatis dengan ChatGPT

Unikma.ac.id – Di era ketika pengetahuan bergerak secepat notifikasi yang masuk ke layar ponsel, mahasiswa […]

Mudahnya membuat Soal dengan AI (Foto dari Gemini AI)


Unikma.ac.id – Di era ketika pengetahuan bergerak secepat notifikasi yang masuk ke layar ponsel, mahasiswa dituntut untuk belajar lebih cerdas, bukan hanya lebih keras. Salah satu teknologi yang mampu mempercepat proses belajar adalah Artificial Intelligence, khususnya Large Language Model seperti ChatGPT.

Bagi mahasiswa pendidikan matematika, kehadiran AI bukan sekadar tren teknologi, tetapi alat pedagogik yang dapat mengubah cara mereka menyiapkan materi, mengevaluasi pemahaman, hingga menghasilkan soal latihan secara otomatis.

Membuat soal adalah keterampilan yang sering dianggap sederhana, tetapi sesungguhnya memerlukan sensitivitas akademik:

  • Merancang tingkat kognitif;
  • menyusun konteks;
  • memilih angka;
  • hingga memastikan logika tetap kokoh.

Mahasiswa sering merasa kegiatan ini memakan waktu dan tidak selalu mudah. Di sinilah AI mengambil peran sebagai co-teacher digital yang gesit dan responsif. Dengan memberikan instruksi yang tepat, ChatGPT mampu menghasilkan soal matematika di berbagai level kesulitan, lengkap dengan variasi konteks yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.

Misalnya, mahasiswa dapat meminta AI membuat soal seperti:

  1. Turunan berbasis konteks ekonomi;
  2. soal peluang dalam skenario bisnis digital, atau
  3. soal geometri dengan situasi sehari-hari.

ChatGPT tidak hanya menyusun soal, tetapi juga dapat memberikan kunci jawaban, langkah penyelesaian, dan bahkan alternatif variasi soal dalam hitungan detik.

Namun, yang terpenting adalah mahasiswa belajar mengedit, menilai kualitas soal, dan memastikan konsistensi dengan tujuan pembelajaran.

AI bukan pengganti kreativitas, melainkan katalis yang mempercepat proses akademik.

Lebih jauh, penggunaan AI dalam pembuatan soal membuka ruang refleksi penting bagi calon guru: bagaimana memastikan pembelajaran tetap manusiawi, kritis, dan bermakna ketika teknologi semakin cerdas? Mahasiswa diajak untuk tidak hanya menggunakan AI secara teknis, tetapi juga memahami etika, akurasi, dan tanggung jawab akademik dalam penggunaannya.

Kekuatan AI hadir bersama tuntutan literasi digital yang matang. Di sinilah mahasiswa pendidikan matematika menemukan peran baru: bukan sekadar pengguna teknologi, tetapi pengambil keputusan dalam ekosistem pembelajaran modern.

Dengan demikian, ChatGPT tidak hanya menjadi alat bantu praktis, tetapi juga sarana pelatihan berpikir tingkat tinggi. Mahasiswa belajar memformulasikan perintah, mengevaluasi keluaran, memodifikasi struktur soal, dan mengolahnya menjadi bahan ajar yang didukung logika yang tepat. Inilah kompetensi baru yang harus dikuasai oleh generasi pendidik masa depan.

Siap menjadi calon pendidik yang cerdas, futuristik, dan adaptif? Mari belajar memanfaatkan AI secara tepat dan bertanggung jawab bersama Prodi Pendidikan Matematika Universitas Komputama. Daftar sekarang dan mulailah perjalanan belajar yang lebih kreatif dan visioner.

Referensi

  1. Brown, T., et al. (2020). Language Models are Few-Shot Learners. NeurIPS.
  2. UNESCO (2023). Guidance for Generative AI in Education and Research.
  3. Luckin, R. (2018). Machine Learning and Human Intelligence: The Future of Education for the 21st Century. UCL Institute of Education Press.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *