Banner Tarik Pameran Elektronik dan Teknologi Modern Biru dan Merah Muda (1)
previous arrow
next arrow

Kampus Hijau Digital UNIKMA Cilacap, Teknologi dan Nilai Cendekia di Era Baru Pendidikan

Unikma.ac.id – Di zaman ketika teknologi melaju lebih cepat daripada langkah kita, konsep kampus hijau […]


Unikma.ac.id – Di zaman ketika teknologi melaju lebih cepat daripada langkah kita, konsep kampus hijau digital muncul sebagai gagasan futuristik yang memadukan dua kekuatan besar, inovasi teknologi dan kesadaran ekologis. Kampus modern bukan lagi sekadar ruang fisik yang dipenuhi gedung dan perpustakaan, tetapi telah berkembang menjadi ekosistem pembelajaran cerdas yang mendukung keberlanjutan, efisiensi, dan kecendekiaan mahasiswa.

Universitas Komputama (UNIKMA), Cilacap, Jawa Tengah, sebagai kampus berbasis teknologi, menempatkan dirinya pada irisan ideal antara digitalisasi dan kepedulian lingkungan. Perpaduan keduanya bukan hanya tren, melainkan paradigma baru pendidikan tinggi.

1. Digitalisasi untuk Mengurangi Jejak Karbon Akademik

Konsep kampus hijau digital menekankan penggunaan teknologi untuk mengurangi konsumsi sumber daya fisik. Beberapa bentuk transformasi tersebut antara lain:

Penggunaan Learning Management System (LMS) untuk menggantikan materi cetak.

Ujian dan presensi berbasis aplikasi, meminimalkan penggunaan kertas.

Meeting dan konsultasi online, yang mengurangi mobilitas dan penggunaan energi transportasi.

Dengan cara ini, digitalisasi bukan hanya memudahkan proses akademik, tetapi juga berkontribusi nyata pada pengurangan emisi karbon.

2. Teknologi sebagai Penopang Etika Akademik

Kecendekiaan mahasiswa tidak hanya terlihat dari nilai akademik, tetapi juga dari etika belajar. Teknologi digital mendukung lahirnya budaya:

  • Transparansi tugas dan jadwal,
  • Kemudahan akses sumber belajar,
  • Kolaborasi online tanpa batas ruang,
  • Kemampuan literasi digital yang tinggi.

Mahasiswa terbiasa berpikir kritis dalam menilai data, mengelola informasi, hingga menjaga jejak digital yang bertanggung jawab, keterampilan penting dalam dunia akademik dan profesional.

3. Lingkungan Kampus yang Terkurasi Teknologi dan Nilai

Kampus hijau digital bukan sekadar “kampus tanpa kertas”, melainkan tempat di mana teknologi menjadi alat untuk memperkuat nilai-nilai luhur kampus:

  • Nilai kebijaksanaan melalui penggunaan teknologi yang etis,
  • Nilai kepedulian melalui praktik ramah lingkungan,
  • Nilai inovasi dalam menciptakan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat,
  • Nilai keberlanjutan dalam setiap aspek akademik.

Dengan demikian, mahasiswa bukan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta perubahan.

4. Menuju Generasi Edupreneur Hijau Digital

Mahasiswa yang tumbuh dalam lingkungan kampus hijau digital secara tidak langsung terbentuk menjadi edupreneur masa depan, mereka yang mampu menciptakan inovasi digital di bidang pendidikan, tetapi tetap berlandaskan pada etika dan keberlanjutan.

Mulai dari platform pembelajaran interaktif, media digital edukatif, hingga aplikasi ramah lingkungan, semuanya lahir dari integrasi nilai cendekia dengan teknologi modern. Inilah bentuk pendidikan tinggi yang tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga pemimpin masa depan.

Kampus hijau digital adalah representasi masa depan pendidikan,  efisien, beretika, berkelanjutan, dan humanis. Ia menegaskan bahwa teknologi bukan pengganti manusia, melainkan medium untuk memperkuat karakter dan kecendekiaan.

Dengan menginternalisasi nilai teknologi dan keberlanjutan, mahasiswa tidak hanya belajar untuk lulus, tetapi untuk hidup secara lebih bermakna dan berdampak.

Ingin belajar dalam lingkungan kampus yang modern, hijau, danpenuh inovasi?

Mari bergabung bersama Universitas Komputama, kampus teknologi yang menyiapkan Anda menjadi pendidik, inovator, dan pemimpin masa depan.

Bersama kami, masa depan digital yang berkelanjutan dimulai dari ruang kelas Anda.

Penulis: Eko Sutrisno, M.Pd, adalah Dosen Pendidikan Matematika Universitas Komputama
Editor: Muhamad Ridlo

Referensi:

1. Siemens, G. (2014). Connectivism: A Learning Theory for the Digital Age. International Journal of Instructional Technology and Distance Learning.

2. UNESCO. (2021). Education for Sustainable Development: A Roadmap.

3. Oblinger, D. (2018). The Campus of the Future: Digital Transformation and Sustainability in Higher Education. EDUCAUSE Review.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *