Perkembangan teknologi pendidikan memaksa dunia akademik bergerak lebih cepat dan lebih visioner. Jika dulu PowerPoint sudah dianggap sebagai puncak kreativitas presentasi, hari ini paradigma tersebut berubah.
Mahasiswa dan calon guru tidak lagi cukup mengandalkan slide statis, transisi sederhana, atau animasi dasar. Dunia pendidikan bergerak menuju sesuatu yang lebih hidup, responsif, dan adaptif, media pembelajaran berbasis web interaktif.
Transformasi ini bukan sekadar perubahan alat, tetapi perubahan cara berpikir. PowerPoint bekerja linear, sementara web interaktif mengundang eksplorasi. Ketika mahasiswa menggeser peran dari “penyaji materi” menjadi “perancang pengalaman belajar”, teknologi berbasis web memungkinkan mereka menghadirkan kelas yang lebih personal dan mendalam. Pengguna tidak hanya melihat, tetapi menyentuh, memilih, mensimulasikan, dan merasakan konsep-konsep abstrak dengan cara yang jauh lebih konkret.
Satu contoh sederhana adalah penggunaan platform seperti Canva Web, GeoGebra Classroom, atau H5P. Materi yang semula berupa slide tentang fungsi kuadrat dapat berubah menjadi simulasi yang menampilkan grafik yang bergerak dinamis. Mahasiswa dapat mengubah parameter, menggeser titik, atau memutar sudut, dan melihat perubahan secara real time. Ketika interaksi muncul, konsep tidak lagi sekadar dijelaskan, ia dialami. Di sinilah nilai pedagogik web interaktif berdiri tegak.
Bagi mahasiswa pendidikan matematika, inovasi media pembelajaran berbasis web bukan hanya tren, tetapi kompetensi profesional. Dunia sekolah saat ini membutuhkan guru yang mampu merancang pembelajaran adaptif, memadukan visualisasi, simulasi, dan interaktivitas. Guru yang mengajak peserta didik bukan hanya membaca materi, tetapi membangun pemahaman melalui pengalaman digital.
Lebih jauh, mahasiswa juga belajar bahwa kreativitas tidak lahir dari teknologi semata, tetapi dari kemampuan memilih pendekatan yang tepat. Ada saat di mana presentasi PowerPoint tetap relevan, namun pada situasi lain, web interaktif menjadi jembatan penting untuk mengatasi kesenjangan pemahaman. Kekuatan seorang pendidik modern ada pada kemampuan memadukan keduanya secara strategis, tidak meninggalkan yang lama, tetapi menambahkan yang baru.
Berpindah dari PowerPoint ke web interaktif adalah perjalanan intelektual, berpikir lebih dalam tentang proses belajar, lebih sensitif terhadap kebutuhan peserta didik, dan lebih terbuka terhadap inovasi. Media pembelajaran bukan lagi sekadar alat bantu, tetapi ruang kreativitas tempat mahasiswa dapat membangun narasi, visual, dan pengalaman belajar yang menginspirasi.
Siap menjadi calon pendidik yang kreatif dan unggul di era digital? Bergabunglah dengan Prodi Pendidikan Matematika Universitas Komputama dan mulai kuasai media pembelajaran interaktif yang membuat kelas lebih hidup, cerdas, dan inspiratif.
—
*Penulis adalah Dosen Pendidikan Matematika Universitas Komputama (UNIKMA), Cilacap Jawa Tengah
Referensi:
1. Mayer, R. E. (2021). Multimedia Learning. Cambridge University Press.
2. Bates,A. W., & Poole, G. (2019). Effective Teaching with Technology in Higher Education. Wiley.
3. Clark, R. C., & Lyons, C. (2016). Graphics for Learning: Proven Guidelines for Planning, Designing, and Evaluating Visuals in Training Materials. Wiley.




