Unikma.ac.id – Gerhana Matahari Total (GMT) yang akan terjadi pada 2 Agustus 2027 diprediksi oleh NASA sebagai Gerhana Matahari Total terlama di abad ke-21. Peristiwa ini menjadi sorotan dunia, khususnya di kawasan Arab dan Timur Tengah, karena durasinya yang luar biasa panjang dan jalurnya yang melintasi beberapa negara padat penduduk.
Fenomena ini disebut akan mengubah siang hari menjadi gelap gulita layaknya malam.
Merangkum Mistar.id, Progres.id, dan detikInet, Rabu (26/11/2025, fenomena langit yang sangat langka dan dinanti-nantikan ini dikenal sebagai Gerhana Matahari Total (GMT) Terlama Abad Ini. Peristiwa ini tidak hanya menarik perhatian para astronom tetapi juga publik global karena durasi totalitasnya yang mencapai rekor.
Waktu Kejadian
Gerhana Matahari Total ini memiliki identitas waktu yang pasti, yaitu akan terjadi pada 2 Agustus 2027. Tanggal ini menjadi penanda penting bagi para pengamat langit dan peneliti.
Durasi Pecahkan Rekor
Aspek paling signifikan dari gerhana ini adalah Durasi Maksimum fase totalitasnya, yang akan mencapai 6 menit 26 detik.
Fase totalitas adalah momen ketika Bulan menutupi piringan Matahari secara sempurna, menyebabkan siang hari berubah menjadi gelap gulita dan memungkinkan pengamat melihat korona Matahari yang indah. Durasi lebih dari enam menit ini menjadikannya gerhana Matahari Total terlama di sepanjang abad ke-21 (tahun 2001 hingga 2100).
Kelangkaan Fenomena
Durasi totalitas yang sangat panjang ini menunjukkan tingkat kelangkaan yang luar biasa.
-
Peristiwa Serupa Terakhir: Gerhana dengan durasi totalitas yang lama terakhir kali terjadi pada tahun 2009.
-
Proyeksi Pengulangan: Para astronom memprediksi bahwa fenomena gerhana Matahari Total dengan durasi yang sebanding baru akan terulang kembali pada tahun 2114.
Oleh karena itu, Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus 2027 ini dianggap sebagai kesempatan yang hanya terjadi “sekali seumur hidup” bagi banyak orang, khususnya mereka yang berada di jalur lintasan totalitas di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.
Jalur Negara yang Dilintasi
Jalur gerhana totalitas, yang merupakan wilayah di mana Matahari tertutup Bulan secara sempurna, terfokus di wilayah Afrika Utara dan Timur Tengah.
Negara-negara yang akan dilintasi oleh jalur totalitas meliputi:
- Maroko
- Aljazair
- Tunisia
- Libya
- Mesir
- Dilanjutkan ke Arab Saudi
- Serta Yaman (Daftar lima negara Arab yang disorot oleh berita adalah Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, dan Mesir, sebelum berlanjut ke Arab Saudi dan Yaman) (Mistar.id, Progres.id, detikInet).
Signifikansi Ilmiah dan Sosial
-
Pentingnya Ilmiah: Durasi totalitas yang panjang memberikan waktu lebih lama bagi para astronom untuk mempelajari Korona Matahari (atmosfer luar Matahari), meneliti medan magnetnya, dan mengamati radiasi Matahari. Data yang dikumpulkan sangat berharga untuk memahamidinamika Matahari dan pengaruhnya terhadap Bumi (detikInet, Mistar.id).
-
Perubahan Pandangan: Jika dahulu GMT dianggap sebagai pertanda mistis dan menakutkan, kini peristiwa ini dirayakan sebagai momen edukasi, wisata astronomi, dan pengamatan publik (Mistar.id, Progres.id).
-
Persiapan: Negara-negara yang dilalui jalur gerhana mulai melakukan persiapan, termasuk penentuan lokasi pengamatan terbaik dan kampanye keselamatan mata (detikInet, Progres.id).
Jawaban Khusus: Apakah Indonesia Termasuk?
Berdasarkan seluruh informasi dari artikel yang diulas, Indonesia dipastikan TIDAK termasuk dalam jalur totalitas Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027.
- Fokus Lokasi: Semua judul dan isi artikel secara konsisten menyebutkan bahwa peristiwa ini akan terjadi dan disaksikan di Langit Arab atau Timur Tengah.
- Daftar Negara Jelas: Jalur totalitas hanya mencakup negara-negara di Afrika Utara dan Semenanjung Arab (Maroko hingga Yaman).
- Konteks Geografis: Indonesia terletak ribuan kilometer di luar jalur gerhana ini. Meskipun GMT dapat diamati sebagai gerhana parsial di beberapa wilayah yang jauh, jalur totalitas yang merupakan inti dari fenomena “Terlama Abad Ini” hanya melintasi kawasan yang disebutkan di atas.
Kesimpulan
Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027 adalah peristiwa astronomi bersejarah karena menjadi yang terlama di abad ini dengan durasi 6 menit 26 detik. Jalur totalitasnya akan menyelimuti sejumlah negara di Timur Tengah dan Afrika Utara.
Walaupun fenomena ini spektakuler, Indonesia tidak berada di jalur totalitas dan tidak akan mengalami kegelapan total seperti yang diprediksi di kawasan Arab.
—
*Penyusunan artikel dengan bantuan AI
Penulis: Tim Humas Universitas Komputama (UNIKMA), Cilacap, Jawa Tengah
Editor: Muhamad Ridlo
Sumber:
- Mistar.id – https://mistar.id/news/sains-teknologi/gerhana-matahari-total-2027-terlama-abad-ini-melintasi-lima-negara-arab
- Progres.id – https://progres.id/sains-dan-teknologi/langit-timur-tengah-bakal-gelap-gerhana-matahari-terlama-abad-ini-bakal-bikin-siang-serasa-malam.html
- detikInet – https://inet.detik.com/science/d-8229475/langit-arab-akan-gelap-total-saat-gerhana-matahari-terlama-abad-ini









