Banner Tarik Pameran Elektronik dan Teknologi Modern Biru dan Merah Muda (1)
previous arrow
next arrow

Apa Itu Stres Akademik yang Sering Dialami Mahasiswa Baru? Simak Solusinya

Universitas Komputama – Mahasiswa baru seringkali berhadapan dengan berbagai  permasalahan di tahun pertama kuliah. Pada […]

Ilustrasi stres akademik mahasiswa baru dan solusinya. (Foto: Created by ai.stmikkomputama.ac.id/Ridlo?Universitas Komputama)


Universitas Komputama – Mahasiswa baru seringkali berhadapan dengan berbagai  permasalahan di tahun pertama kuliah. Pada masa transisi, ada yang cepat beradaptasi ada juga yang lebih lambat. Bahkan, ada pula yang mengalami stres akademik.
Stres akademik adalah suatu kondisi tekanan psikologis yang dialami oleh individu, khususnya mahasiswa, akibat tuntutan, beban, atau masalah yang berkaitan dengan aktivitas akademik di lingkungan pendidikan. Stres ini muncul ketika seseorang merasa tidak mampu memenuhi harapan atau target akademik yang diberikan, baik dari diri sendiri, dosen, maupun lingkungan sekitar.

Merujuk JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Problematika berjudul ‘Stres Akademik Mahasiswa Tahun Pertama: Bagaimana Keterhubungannya Dengan Konsep Diri?’ karya Anetha Ferderika Juniasi, dkk, stres akademik merupakan reaksi fisik dan psikologis yang timbul akibat tekanan dalam dunia pendidikan, yang jika tidak diatasi dengan baik dapat berdampak negatif pada kesehatan mental, fisik, dan prestasi akademik mahasiswa.

  • Merasa cemas, tegang, atau takut menghadapi tugas, ujian, atau presentasi
  • Kesulitan berkonsentrasi dan menurunnya motivasi belajar
  • Mudah lelah, sulit tidur, atau mengalami gangguan fisik seperti sakit kepala
  • Menjadi mudah marah, gelisah, atau menarik diri dari pergaulan

Penyebab Stres Akademik

1. Frustrasi

Mahasiswa baru sering mengalami frustrasi akibat kurang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan sistem pembelajaran baru, terutama saat transisi dari SMA ke perguruan tinggi. Frustrasi juga muncul saat ekspektasi pribadi tidak tercapai, seperti nilai yang tidak memuaskan.

2. Konflik

Persaingan akademik yang ketat, konflik dengan teman sekelas, dan tekanan untuk menjadi yang terbaik menambah beban psikologis. Konflik juga sering terjadi dalam kegiatan kelompok atau saat presentasi.

3. Tekanan

Tugas yang menumpuk, jadwal kuliah yang padat, persiapan ujian, dan tuntutan dari orang tua untuk berprestasi menjadi sumber tekanan utama. Harapan yang tinggi dari lingkungan sekitar seringkali tidak sejalan dengan kemampuan mahasiswa.

4. Perubahan

Adaptasi terhadap lingkungan baru, metode pembelajaran baru (misal: dari daring ke luring), dan kehidupan mandiri di perantauan menambah beban stres.

5. Keinginan Diri

Mahasiswa baru sering berekspektasi tinggi terhadap pencapaian akademik, namun realita yang dihadapi tidak selalu sesuai harapan, sehingga menimbulkan kecemasan dan stres.

  • Penurunan konsentrasi dan daya ingat
  • Penurunan kemampuan problem solving
  • Prestasi akademik menurun
  • Munculnya perilaku negatif, bahkan risiko gangguan kesehatan mental

Solusi Mengatasi Stres Akademik pada Mahasiswa Baru

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam file, berikut beberapa solusi yang dapat diterapkan:

1. Manajemen Waktu dan Tugas

Membuat jadwal belajar yang terstruktur dan realistis. Memprioritaskan tugas dan menghindari menunda pekerjaan.

2. Mencari Dukungan Sosial

Aktif mencari bantuan dari teman, kakak tingkat, atau dosen jika menghadapi kesulitan. Bergabung dengan komunitas atau organisasi kampus untuk memperluas jaringan pertemanan dan mendapatkan support system.

3. Mengelola Ekspektasi dan Emosi

Menetapkan target akademik yang realistis sesuai kemampuan diri. Belajar menerima hasil yang tidak sesuai harapan sebagai bagian dari proses belajar.

4. Adaptasi dengan Lingkungan Baru

Membuka diri terhadap perubahan dan mencoba beradaptasi secara bertahap dengan lingkungan kampus dan metode pembelajaran baru. Tidak ragu untuk meminta bantuan jika mengalami kesulitan dalam penyesuaian.

5. Teknik Relaksasi dan Kesehatan Fisik

Melakukan aktivitas fisik, istirahat cukup, dan menjaga pola makan sehat. Menggunakan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam atau meditasi untuk mengurangi kecemasan.

6. Mencari Bantuan Profesional

Jika stres sudah sangat berat dan mengganggu aktivitas sehari-hari, mahasiswa disarankan untuk berkonsultasi dengan layanan konseling kampus atau psikolog.

*Penyusunan artikel dengan bantuan ai.stmikkomputama.ac.id
**Tim Humas Universitas Komputama (UNIKMA), Cilacap, Jawa Tengah

Sumber:

  • osc.medcom.id-https://osc.medcom.id/community/struggles-of-freshmen-tantangan-yang-dihadapi-mahasiswa-semester-awal-7053
  • JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Problematika berjudul ‘Stres Akademik Mahasiswa Tahun Pertama: Bagaimana Keterhubungannya Dengan Konsep Diri?’ karya Anetha Ferderika Juniasi, dkk

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *