Banner Tarik Pameran Elektronik dan Teknologi Modern Biru dan Merah Muda (1)
previous arrow
next arrow

Apa Itu Gerhana Matahari Parsial, Benarkah Bisa Memicu Gempa Besar?

Stmikkomputama.ac.id – Gerhana Matahari Parsial terjadi pada Minggu, 21 September 2025, sebagai bagian dari musim […]

Ilustrasi gerhana matahari parsial. (Foto: Created by AI/Ridlo)


Stmikkomputama.ac.id – Gerhana Matahari Parsial terjadi pada Minggu, 21 September 2025, sebagai bagian dari musim gerhana yang rutin terjadi setiap enam bulan. Fenomena ini menandai gerhana kedua dan terakhir dalam tahun 2025, setelah gerhana bulan total yang berlangsung pada 7 September.

Menurut BMKG dan beberapa sumber astronomi, Indonesia tidak termasuk dalam jalur gerhana parsial ini sehingga masyarakat di wilayah Indonesia tidak dapat menyaksikannya secara langsung.  Sebagai alternatif, publik disarankan untuk memantau fenomena ini melalui siaran langsung (live streaming) atau platform internasional seperti Time and Date dan NASA TV.

Dalam wawancara atau pernyataan resmi, sebagaimana dikutip Detik.com, Prof. Taufiq dari ITB mengatakan, “Gerhana tersebut hanya bisa diamati dari wilayah selatan, terutama Selandia Baru.” Hal senada dikemukakan oleh Observatorium Bosscha bahwa hanya daerah dalam bayangan penumbra (bayangan sebagian Bulan) yang akan mengalami fenomena ini, sedangkan wilayah di luar jalur penumbra tidak akan melihatnya sama sekali.

Apa itu Gerhana Matahari Parsial

Gerhana Matahari Parsial adalah fenomena ketika piringan Bulan hanya menutupi sebagian piringan Matahari, sehingga cahaya Matahari tidak tertutup total. Akibatnya, Matahari terlihat seperti “tercuil” atau berbentuk sabit. Fenomena ini berbeda dengan gerhana matahari total yang menutupi Matahari sepenuhnya.

Menurut Prof. Dr. Taufiq Hidayat, astronom dari Institut Teknologi Bandung (ITB), “Gerhana matahari parsial terjadi karena posisi Matahari, Bulan, dan Bumi tidak berada dalam satu garis lurus sempurna. Bayangan Bulan hanya mengenai sebagian wilayah Bumi dalam bentuk penumbra.” dikutip dari laman ITB.

Sementara itu, penjelasan serupa disampaikan oleh Thomas Djamaluddin, Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional). Ia menegaskan, “Dalam gerhana parsial, cahaya Matahari masih terlihat karena Bulan hanya menutupi sebagian piringan. Fenomena ini aman diamati dengan alat khusus, tetapi tidak dengan mata telanjang karena tetap berbahaya bagi retina.” jelasnya, dikutip dari laman BRIN via Detik.com.

Dampak Gerhana Matahari Parsial Apa Saja

1. Dampak terhadap lingkungan dan cuaca lokal
Menurut Prof. Dr. Taufiq Hidayat, astronom dari Institut Teknologi Bandung (ITB), gerhana matahari parsial dapat menurunkan intensitas cahaya Matahari dalam waktu singkat, sehingga suhu udara bisa terasa lebih sejuk. “Meski penurunannya tidak terlalu drastis, efeknya cukup terasa terutama di wilayah yang mengalami persentase tutupan Matahari lebih besar,” jelasnya.

2. Dampak terhadap perilaku hewan
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN, kini BRIN) mencatat bahwa saat cahaya Matahari berkurang mendadak, hewan yang peka terhadap siklus siang-malam bisa mengalami perubahan perilaku. Burung dan serangga tertentu misalnya bisa berhentiberaktivitas seolah-olah hari sudah malam.

3. Dampak terhadap kesehatan mata
Menurut Thomas Djamaluddin, Profesor Riset Astronomi-Astrofisika dari BRIN, “Bahaya utama dari gerhana matahari parsial adalah jika dilihat langsung tanpa pelindung khusus. Radiasi sinar ultraviolet dan inframerah tetap kuat meskipun Matahari terlihat tertutup sebagian, dan bisa merusak retina mata secara permanen.”.

4. Dampak terhadap aktivitas masyarakat
BMKG menambahkan bahwa meski tidak berpengaruh langsung pada kehidupan sehari-hari, gerhana parsial sering menjadi momen edukasi publik di bidang astronomi. “Fenomena ini bisa dijadikan sarana pembelajaran sains bagi masyarakat, terutama generasi muda,” kata Andi Eka Sakya, mantan Kepala BMKG.

Benarkah Gerhana Matahari Parsial Dapat Memicu Gempa?

Menurut Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, Profesor Riset Astronomi-Astrofisika dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), tidak ada bukti ilmiah bahwa gerhana matahari—baik total maupun parsial—dapat memicu gempa bumi.

“Gerhana hanyalah fenomena geometris posisi Matahari, Bulan, dan Bumi. Tidak ada energi tambahan yang bisa memicu gempa. Gempa terjadi akibat pergeseran lempeng tektonik, bukan karena gerhana,” jelasnya.

BMKG menegaskan bahwa gravitasi Bulan memang memengaruhi pasang surut air laut, tetapi pengaruhnya terhadap kerak Bumi sangat kecil. “Tidak ada data yang menunjukkan adanya korelasi antara peristiwa gerhana dengan peningkatan aktivitas gempa,” ungkap Daryono, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG.

Gerhana sebagai gempa sebatas mitos belaka. Ahli astronomi dari Observatorium Bosscha ITB, Dr. Premana Premadi, menjelaskan bahwa mitos tentang gerhana sebagai penyebab bencana alam sudah lama berkembang. “Gerhana sering dikaitkan dengan pertanda buruk, termasuk gempa. Padahal secara sains, tidak ada mekanisme fisik yang memungkinkan gerhana menyebabkan gempa bumi,” katanya dalam edukasi publik astronomi ITB.

Dengan demikian, para ahli sepakat bahwa gerhana matahari parsial tidak memicu gempa bumi. Gempa bumi murni disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik, sementara gerhana hanya fenomena langit yang bersifat optis dan periodik.

*Penulis adalah jurnalis, membantu di STMIK Komputama Cilacap

Sumber:

  • Detik.com – https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-8119123/gerhana-matahari-parsial-bakal-terjadi-21-22-september-bisa-ditonton-online
  • ITB (Institut Teknologi Bandung) – https://itb.ac.id/berita/fenomena-blood-moon-hiasi-langit-indonesia-ini-penjelasan-ahli-astronomi-itb/62793
  • BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) – https://bmkg.go.id
  • BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) – (Sumber wawancara di media, rujukan: Detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

news-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

maujp

maujp

sabung ayam online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

slot mahjong

118000586

118000587

118000588

118000589

118000590

118000591

118000592

118000593

118000594

118000595

118000596

118000597

118000598

118000599

118000600

118000601

118000602

118000603

118000604

118000605

118000606

118000607

118000608

118000609

118000610

118000611

118000612

118000613

118000614

118000615

118000616

118000617

118000618

118000619

118000620

118000621

118000622

118000623

118000624

118000625

118000626

118000627

118000628

118000629

118000630

118000631

118000632

118000633

118000634

118000635

118000636

118000637

118000638

118000639

118000640

118000641

118000642

118000643

118000644

118000645

118000646

118000647

118000648

118000649

118000650

118000651

118000652

118000653

118000654

118000655

118000656

118000657

118000658

118000659

118000660

128000651

128000652

128000653

128000654

128000655

128000656

128000657

128000658

128000659

128000660

128000661

128000662

128000663

128000664

128000665

128000666

128000667

128000668

128000669

128000670

128000671

128000672

128000673

128000674

128000675

128000676

128000677

128000678

128000679

128000680

128000681

128000682

128000683

128000684

128000685

128000686

128000687

128000688

128000689

128000690

128000691

128000692

128000693

128000694

128000695

128000696

128000697

128000698

128000699

128000700

128000701

128000702

128000703

128000704

128000705

128000706

128000707

128000708

128000709

128000710

128000711

128000712

128000713

128000714

128000715

128000716

128000717

128000718

128000719

128000720

138000421

138000422

138000423

138000424

138000425

138000426

138000427

138000428

138000429

138000430

208000326

208000327

208000328

208000329

208000330

208000331

208000332

208000333

208000334

208000335

208000336

208000337

208000338

208000339

208000340

208000341

208000342

208000343

208000344

208000345

208000346

208000347

208000348

208000349

208000350

208000351

208000352

208000353

208000354

208000355

208000356

208000357

208000358

208000359

208000360

208000361

208000362

208000363

208000364

208000365

208000366

208000367

208000368

208000369

208000370

208000371

208000372

208000373

208000374

208000375

208000376

208000377

208000378

208000379

208000380

208000381

208000382

208000383

208000384

208000385

208000386

208000387

208000388

208000389

208000390

208000391

208000392

208000393

208000394

208000395

208000396

208000397

208000398

208000399

208000400

news-1701