Unikma.ac.id – Dropbox adalah layanan penyimpanan cloud (awan), atau cloud storage, yang menyediakan ruang penyimpanan daring untuk berkas (file), foto, video, dan data digital lainnya. Dropbox didirikan pada tahun 2007 oleh lulusan MIT, Drew Houston dan Arash Ferdowsi, dengan modal awal dari Y Combinator.
Pada dasarnya, Dropbox berfungsi sebagai sebuah folder virtual yang datanya tidak disimpan di perangkat fisik pengguna (seperti hard drive atau flash disk), melainkan di server cloud milik Dropbox.
1. Fungsi dan Manfaat Utama Dropbox
Fungsi Dropbox melampaui sekadar penyimpanan; ia berfokus pada sinkronisasi, aksesibilitas, dan kolaborasi:
| Fungsi Utama | Deskripsi |
| Penyimpanan (Storage) | Menyediakan ruang daring untuk menyimpan berbagai jenis berkas. Ini menjadi solusi bagi perangkat dengan ruang penyimpanan lokal yang kecil. |
| Sinkronisasi (Synchronization) | Setiap berkas yang diubah atau ditambahkan dalam folder Dropbox pada satu perangkat (misalnya, laptop) akan secara otomatis diperbarui (sync) di semua perangkat lain yang terhubung (ponsel, tablet, komputer lain) serta di server cloud. |
| Pencadangan (Backup) | Data di perangkat secara otomatis dicadangkan ke cloud. Jika perangkat rusak, hilang, atau terkena virus, data penting tetap aman dan dapat dipulihkan. |
| Akses Universal | Memungkinkan pengguna untuk mengakses berkas mereka kapan saja, di mana saja, dan dari perangkat apa pun, asalkan terhubung ke internet. Beberapa berkas juga dapat diatur untuk diakses secara offline. |
| Kolaborasi dan Berbagi | Memfasilitasi kerja tim. Pengguna dapat berbagi berkas atau folder besar dengan cepat kepada rekan kerja atau siapa pun melalui tautan, bahkan jika penerima tidak memiliki akun Dropbox. |
2. Fitur Kunci Dropbox
Dropbox terus berkembang melampaui fungsi penyimpanan dasar dengan menambahkan fitur-fitur yang berfokus pada produktivitas dan keamanan:
- Pembagian Berkas dengan Tautan: Pengguna dapat membuat tautan unik untuk berbagi berkas besar tanpa harus melampirkannya di email.
- Kontrol Akses dan Izin: Saat berbagi, pengguna dapat menentukan siapa yang boleh melihat saja, mengedit, atau mengunduh berkas, serta dapat mengatur tanggal kedaluwarsa tautan atau kata sandi.
- Pemulihan Berkas (File Recovery): Dropbox menyimpan riwayat versi berkas yang telah diubah atau dihapus (tergantung paket), memungkinkan pengguna untuk memulihkan versi lama atau berkas yang terhapus dalam periode waktu tertentu (misalnya, 30 hari).
- Dropbox Paper: Merupakan tool kolaborasi daring untuk membuat dokumen, mengelola tugas, dan brainstorming secara real-time.
- Dropbox Sign (sebelumnya HelloSign): Layanan untuk meminta dan menambahkan tanda tangan elektronik (e-signature) pada dokumen secara legal dan aman.
- Keamanan Data: Dropbox menjamin keamanan data dengan menggunakan enkripsi data end-to-end saat berkas disimpan di server dan saat ditransfer.
3. Model Bisnis dan Jenis Akun
Dropbox umumnya menggunakan model bisnis “Freemium”:
- Dropbox Basic (Gratis): Menawarkan kapasitas penyimpanan awal yang terbatas(biasanya 2 GB) dan ideal untuk pengguna individu dengan kebutuhan dasar.
- Dropbox Plus/Professional (Berbayar): Menawarkan kapasitas penyimpanan yang lebih besar (misalnya 2 TB atau 3 TB), serta fitur-fitur keamanan dan kontrol tambahan yang lebih canggih untuk pengguna individu yang profesional.
- Dropbox Business/Enterprise (Berbayar): Dirancang untuk tim dan perusahaan, menawarkan fitur kolaborasi, administrasi, kontrol tim, audit, dan keamanan tingkat tinggi.
—
Penulis: Slamet Cahyo Edy Sahputro, M.Kom, Dosen Universitas Komputama (UNIKMA), Cilacap, Jawa Tengah
Editor: Muhamad Ridlo
Referensi:
- https://www.dropbox.com/id/features
- https://help.dropbox.com/id-id
- https://id.wikipedia.org/wiki/Dropbox









