Unikma.ac.id – Belakangan, nama Arsul Sani banyak dibicarakan seturut isu ijazah palsu yang menerpa. Hakim Konstitusi Majelis Konsitusi Mahkamah Konsitusi Republik Indonesia dilaporkan kepada Bareskrim dan memicu polemik.
Terlepas dari itu, banyak yang penasaran dengan profil Asrul Sani, dan perjalanan karier hingga diangkat menjadi Hakim Konstitusi.
Redaksi Unikma.ac.id merangkum profil Asrul Sani, mulai dari pendidikan, jejaknya di politik hingga kariernya yang mengkilap, Senin (17/11/2025). Mari simak ulasannya:
Profil Arsul Sani
Dr. H. Arsul Sani, S.H., M.Si., Pr.M. (lahir 8 Januari 1964) adalah seorang hakim, politikus, dan praktisi hukum Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Hakim Konstitusi Republik Indonesia. Ia dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada 18 Januari 2024 setelah diajukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) untuk menggantikan Wahiduddin Adams.
Sebelumnya, Arsul dikenal sebagai anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) selama dua periode (2014-2024) dan pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) periode 2019-2024.
Filosofi hidupnya adalah prinsip “khairunnas anfaauhum linnas” (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya).
Riwayat Hidup dan Pendidikan
Masa Kecil dan Pendidikan Awal
Arsul Sani lahir di Pekalongan, Jawa Tengah. Pendidikan dasarnya ditempuh di:
-
SD Muhammadiyah Pekajangan
-
Madrasah Diniyah Islamiyah NU Panggung, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.
Pendidikan Tinggi
Pada tahun 1982, ia merantau ke Jakarta untuk kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) dan menyelesaikan program Sarjana Hukum (S-1) pada awal 1987. Perjalanan akademisnya kemudian sangat beragam dan internasional:
-
Graduate Diploma on Advance Comparative Law – the Common Law di University of Technology Sydney (UTS), Australia (1993-1994).
-
Industrial Property Management di Japan Institute of Invention (JII), Tokyo, dengan beasiswa AOTS-Japan (1997).
-
Graduate Certificate Module dari University of Cambridge, UK, untuk subjek Managing the Information and the Market (2006).
-
Magister Corporate Communication (M.Si.) dari London School of Public Relations (LSPR), Jakarta (2007).
-
Fellowship Arbitration Courses di Inggris (2009) dan menjadi anggota Chartered Institute of Arbitrators (CIArb) London serta Singapore Institute of Arbitrators (SIArb).
-
Doktor (Dr.) dalam bidang Justice, Policy and Welfare Studies dari Glasgow Caledonian University (GCU), Skotlandia, yang kemudian dilanjutkan dan diselesaikan di Collegium Humanum, Warsawa, Polandia.
Karier Profesi dan Politik
Awal Karier dan Praktik Hukum
Arsul memulai karier di dunia hukum sebagai pembela umum sukarela (volunteer lawyer) di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta pada 1986-1988. Selama menempuh pendidikan di Australia, ia juga bekerja sebagai visiting lawyer di firma hukum Dunhil, Madden, Butler di Sydney.
Sebelum memasuki politik, Arsul adalah seorang praktisi hukum yang menekuni bidang korporasi, litigasi komersial, dan arbitrase. Pengalamannya meliputi:
-
Menjadi anggota direksi selama empat belas tahun di sebuah perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) multinasional asal Amerika Serikat.
-
Menjadi bagian dari tim lawyer PemerintahRI yang dipimpin oleh almarhum Dr. Adnan Buyung Nasution, S.H. pada masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie dan Abdurrahman Wahid. Tim ini menangani sejumlah gugatan arbitrase internasional terhadap Pemerintah RI di Jakarta dan Washington D.C., terkait penghentian proyek listrik swasta (independent power producers) pasca krisis ekonomi 1997.
Karier Politik
-
Anggota DPR/MPR RI: Terpilih sebagai anggota DPR RI dari PPP dalam Pemilu 2014 dan 2019. Selama bertugas, ia duduk di Komisi III yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan. Ia juga pernah menjadi anggota Badan Legislasi (Baleg) dan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI.
-
Wakil Ketua MPR RI: Pada periode 2019-2024, ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI.
-
Hakim Konstitusi: Pada 18 Januari 2024, Arsul Sani resmi dilantik menjadi Hakim Konstitusi yang diajukan oleh DPR RI.
Aktivitas Organisasi
Arsul Sani aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan dan profesi, di antaranya:
-
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Universitas Indonesia dan Senat Mahasiswa FH UI (masa mahasiswa).
-
Ketua Bidang Konsultasi Hukum, Lembaga Penelitian dan Bantuan Hukum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPBH-PBNU) (2005-2010) di bawah kepemimpinan almarhum K.H. Hasyim Muzadi.
-
Chairman (Ketua Umum) Indonesian Corporate Counsel Association (ICCA) (2006-2008).
-
Ketua Bidang Luar Negeri, Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) (2007-2013).
-
Wakil Ketua Dewan Penasehat DPN Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) (2020-2023).
-
Dewan Pembina Perkumpulan Ahli Dewan Sengketa Konstruksi (PADSK) (2021–2023).
-
Dewan Pembina Lingkaran Masyarakat Professional Nahdhiyin (NU-Circle) (2012-2023).
Karya Tulis
Arsul Sani dikenal sebagai seorang penulis. Ia telah menerbitkan tiga buku tentang hukum, penegakan hukum, serta relasi Islam dengan negara. Salah satu bukunya yang terkenal adalah “Keamanan Nasional dan Perlindungan HAM: Dialektika Kontraterorisme di Indonesia”, yang merupakan terjemahan dari disertasinya dan diterbitkan oleh Penerbit Buku KOMPAS.
Penghargaan
Selama bertugas sebagai anggota DPR RI (2014–2023), Arsul Sani menerima sejumlah penghargaan dari berbagai institusi, antara lain:
-
Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI
-
Kordinatorat Wartawan Parlemen (KWP) DPR/MPR/DPD RI
-
Moslem’s Choice
-
Badan Musyawarah Antar Gereja – Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia (Bamag LKKI)
-
Indonesian Diaspora Networks (IDN) – Global
-
Obsession Media Group (OMG)
Pada tahun 2023, ia dianugerahi Bintang Darma Pertahanan Utama dari Kementerian Pertahanan RI.
—
Penulis: Tim Humas Universitas Komputama (UNIKMA), Cilacap, Jawa Tengah
Editor: Muhamad Ridlo
Sumber:
- Mkri.id – https://www.mkri.id/hakim/hakim-konstitusi/684/dr-h-arsul-sani-s-h-m-si-pr-m-









