Banner Tarik Pameran Elektronik dan Teknologi Modern Biru dan Merah Muda (1)
previous arrow
next arrow

Korban Longsor dalam Perspektif Islam: Mati Syahid

Unikma.ac.id – Longsor yang melanda Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, pada Kamis malam (13/11/2025) […]

Operasi SAR pencarian korban longsor Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: Basarnas Cilacap/Unikma.ac.id)


Unikma.ac.id – Longsor yang melanda Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, pada Kamis malam (13/11/2025) menimbulkan duka mendalam bagi warga. Hingga Jumat siang, Tim SAR Gabungan menemukan dan mengevakuasi tiga korban meninggal dunia, sementara 20 orang lainnya masih diperkirakan tertimbun material longsor.

Pada hari kedua pencarian, tim berhasil mengevakuasi satu korban meninggal atas nama Wahyuni, sehingga total korban meninggal bertambah menjadi tiga orang. Dua jenazah lain, yakni Maya Dwi Safitri dan Julia Lestari, ditemukan pada malam awal kejadian.

Kepala Kantor SAR Cilacap, M Abdullah mengatakan operasi SAR berfokus pada dua titik pencarian utama, yaitu Dusun Tarukahan (Worksite B) dan Dusun Cibuyut (Worksite A). “Tim SAR Gabungan sudah bekerja sejak pagi hingga pukul 17.00 WIB, kemudian dilakukan penutupan sementara operasi untuk evaluasi dan persiapan pencarian besok,” ujarnya.

Hingga pukul 17.00 WIB, jumlah korban yang terdata mencapai 46 orang, terdiri atas 23 selamat, tiga meninggal dunia, dan 20 masih dalam pencarian. Setelah penutupan sementara, Tim SAR Gabungan menggelar debriefing untuk menilai perkembangan operasi dan menyusun strategi lanjutan. Pencarian direncanakan kembali dilanjutkan pada Sabtu pukul 07.00 WIB.

Terkait hal ini, dalam perspektif Islam, bencana alam disebut musibah. Selalu ada hikmah di balik musibah.

7 Kategori Mati Syahid, Termasuk Tertimpa Reruntuhan atau Longsor

Korban meninggal dunia akibat bencana alam, seperti tanah longsor berpotensi memperoleh derajat mati syahid. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam An-Nasa’i.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ أَوْقَعَ أَجْرَهُ عَلَيْهِ عَلَى قَدْرِ نِيَّتِهِ، وَمَا تَعُدُّونَ الشَّهَادَةَ؟ قَالُوا الْقَتْلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الشَّهَادَةُ سَبْعٌ سِوَى الْقَتْلِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ: الْمَطْعُونُ شَهِيدٌ، وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ، وَالْغَرِيقُ شَهِيدٌ، وَصَاحِبُ الْهَدَمِ شَهِيدٌ، وَصَاحِبُ ذَاتِ الْجَنْبِ شَهِيدٌ، وَصَاحِبُ الْحَرَقِ شَهِيدٌ، وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيدَةٌ

Artinya: “Rasulullah SAW bersabda, ‘Sungguh Allah telah memberikan pahala kepadanya sesuai niatnya. Apa yang kalian tahu tentang orang-orang yang gugur sebagai syahid?’ Mereka menjawab, ‘Ya mereka yang gugur di jalan Allah.’

Rasulullah lalu menjelaskan, ‘Mati syahid ada tujuh jenis selain gugur di jalan Allah: (1) korban meninggal karena wabah tha’un (wabah pes) adalah syahid, (2) korban meninggal karena sakit perut juga syahid, (3) korban tenggelam juga syahid, (4) korban meninggal tertimpa reruntuhan juga syahid, (5) korban meninggal karena radang selaput dada (pleuritis) juga syahid, (6) korban meninggal terbakar juga syahid, dan (7) wanita meninggal karena hamil adalah syahid.’” (HR An-Nasa`i).

Dalam hadistersebut disebutkan ada 7 golongan mati syahid selain gugur di jalan Allah. Yakni meninggal karena wabah, meninggal karena sakit perut, meninggal karena tenggelam, meninggal karena reruntuhan, meninggal karena radang selaput dada, meninggal karena terbakar, dan wanita meninggal karena hamil.

Hadis Lain yang Memperkuat

Melansir nu.or.id, dalam hadis lain riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW menyebut lima pintu syahid termasuk orang yang gugur di jalan Allah.

Kelima pintu mati syahid itu adalah korban meninggal karena wabah, meninggal karena sakit perut, meninggal karena tenggelam, meninggal karena reruntuhan, dan meninggal karena gugur di jalan Allah.

 وعن أبي هريرة رضي الله عنه، قال قال رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ المَطْعُوْنُ والمَبْطُوْنُ، والغَرِيْقُ، وصَاحِبَ الهَدْمِ، والشَهِيْدُ فِي سَبِيْلِ اللهِ متفق عليه

Artinya: “Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Orang yang mendapat derajat syahid ada lima jenis, yaitu (1) korban meninggal karena wabah tha’un (pes), (2) korban meninggal karena sakit perut, (3) korban tenggelam, (4) korban reruntuhan, dan (5) orang gugur di jalan Allah.’” (HR Bukhari dan Muslim). 

Jika merujuk hadis-hadis di atas, maka korban meninggal akibat longsor di Lumajang tergolong mati syahid.

Hanya saja, Pakar Al-Qur’an KH Ahsin Sakho Muhammad menegaskan bahwa korban yang mati syahid harus dalam keadaan iman dan Islam yang terjaga hatinya, bukan dalam kondisi bermaksiat. Itu artinya, jika seseorang yang meninggal terebut bukan muslim, maka status syahidnya gugur. Wallahu’alam.

Penulis: Tim Humas Universitas Komputama (UNIKMA) Cilacap, Jawa Tengah
Editor: Muhamad Ridlo

Sumber:

  • Keterangan Tertulis Basarnas
  • nu.or.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *