Banner Tarik Pameran Elektronik dan Teknologi Modern Biru dan Merah Muda (1)
previous arrow
next arrow

8 Masalah saat Menyusun Skripsi Lengkap Solusinya, Kamu Mengalami yang Mana?

Unikma.ac.id – Penyusunan skripsi masih menjadi tantangan besar bagi banyak mahasiswa di Indonesia. Berbagai kendala […]

Ilustrasi stres akademik mahasiswa baru dan solusinya. (Foto: Created by ai.stmikkomputama.ac.id/Ridlo?Universitas Komputama)


Unikma.ac.id – Penyusunan skripsi masih menjadi tantangan besar bagi banyak mahasiswa di Indonesia. Berbagai kendala kerap muncul mulai dari kesulitan menentukan topik penelitian, keterbatasan literatur, hingga koordinasi dengan dosen pembimbing.

Mahasiswa juga sering menghadapi hambatan metodologis seperti pengumpulan data dan pencarian responden yang memerlukan waktu serta izin penelitian. Di sisi lain, tekanan waktu, manajemen jadwal yang buruk, dan rasa jenuh membuat proses penyusunan skripsi semakin berat untuk diselesaikan tepat waktu.

Selain kendala teknis, faktor nonakademik seperti stres, beban psikologis, dan masalah finansial turut memperlambat kemajuan mahasiswa dalam menuntaskan skripsi.

Berikut ini adalah masalah yang sering dihadapi mahasiswa saat menyusun skripsi dan cara mengatasinya, merangkum tiga sumber utama: umj.ac.id, binus.ac.id dan populix.co, Kamis (6/11/2025).

1. Kesulitan Mencari Ide Penelitian atau Judul yang Tepat

Mahasiswa sering kali mengalami kebingungan dalam menentukan ide penelitian yang menarik, relevan, dan orisinal. Banyak di antara mereka tidak tahu harus memulai dari mana, sehingga cenderung mengambil topik yang terlalu umum atau sudah banyak diteliti.

Kondisi ini membuat proses awal penyusunan skripsi menjadi lambat karena arah penelitian belum jelas. Selain itu, kurangnya pemahaman terhadap fenomena yang ingin dikaji sering membuat mahasiswa kesulitan menemukan celah penelitian yang layak diangkat.

Solusinya adalah dengan mengenali minat pribadi dan mengaitkannya dengan bidang studi yang ditekuni. Mahasiswa dapat melakukan observasi awal terhadap isu-isu aktual di sekitar mereka, membaca jurnal ilmiah terbaru, atau mendiskusikan ide dengan dosen maupun senior yang berpengalaman.

Langkah ini membantu mempersempit fokus agar judul yang dipilih lebih spesifik dan terarah. Membuat kerangka konseptual sederhana juga dapat memudahkan dalam memformulasikan judul yang sesuai dengan tujuan penelitian.

2. Kendala dengan Dosen Pembimbing atau Koordinasi Bimbingan

Masalah lain yang sering muncul adalah kesulitan menjalin komunikasi dengan dosen pembimbing. Beberapa mahasiswa merasa takut atau canggung untuk menghubungi dosen, sementara ada pula yang menghadapi kendala karena jadwal dosen yang padat.

Akibatnya, proses bimbingan berjalan lambat dan mempengaruhi kemajuan skripsi. Dalam beberapa kasus, mahasiswa juga merasa kurang mendapatkan arahan yang jelas dari dosen pembimbing.

Untuk mengatasi hal ini, mahasiswa perlu bersikap proaktif dalam menjalin komunikasi dan menentukan jadwal bimbingan yang teratur. Penggunaan media komunikasi seperti email atau pesan daring dapat menjadi alternatif bila pertemuan langsung sulit dilakukan.

Mahasiswa juga sebaiknya menyiapkan catatan atau daftar pertanyaan sebelum bimbingan agar waktu yang tersedia lebih efektif. Dengan menjaga sikap sopan dan konsisten melapor perkembangan, hubungan dengan dosen pembimbing dapat berjalan lebih baik.

3. Jenuh, Kehilangan Motivasi, atau Rasa Malas dalam Proses Menulis

Proses panjang dalam penyusunan skripsi kerap menimbulkan kejenuhan dan penurunan motivasi. Mahasiswa yang sudah terlalu lama meneliti tanpa hasil signifikan biasanya mulaimerasa malas untuk melanjutkan.

Kondisi ini diperparah dengan tekanan akademik, kesibukan di luar kuliah, serta keterbatasan kemampuan membaca literatur asing yang membuat proses penulisan terasa berat.

Solusinya adalah membagi pekerjaan besar menjadi langkah-langkah kecil yang lebih mudah dicapai. Mahasiswa bisa membuat target harian atau mingguan, seperti menyelesaikan satu subbab atau menganalisis sejumlah data tertentu. Disiplin dalam membuat jadwal harian sangat membantu menjaga konsistensi.

Dukungan dari teman seperjuangan yang juga sedang skripsi dapat menambah semangat dan mengurangi stres. Selain itu, memberi waktu istirahat dan penghargaan bagi diri sendiri setiap kali mencapai kemajuan kecil dapat menjaga motivasi tetap stabil.

4. Keterbatasan Akses Literatur atau Penelitian Terdahulu

Tidak semua kampus memiliki akses lengkap terhadap jurnal dan sumber ilmiah berbayar, sehingga mahasiswa sering kesulitan mencari referensi berkualitas.

Akibatnya, tinjauan pustaka menjadi dangkal dan teori yang digunakan tidak mendukung penelitian secara optimal. Kondisi ini menghambat mahasiswa dalam memperkuat landasan teori serta membangun argumen ilmiah yang solid.

Untuk mengatasi keterbatasan ini, mahasiswa disarankan memanfaatkan sumber literatur terbuka seperti Google Scholar, portal jurnal open access, dan repository institusi pendidikan. Perpustakaan kampus juga dapat menjadi tempat yang bermanfaat untuk meminta bantuan pencarian sumber.

Selain itu, penggunaan aplikasi manajemen referensi seperti Mendeley atau Zotero dapat membantu mengorganisir kutipan dan literatur dengan lebih rapi, sehingga proses penulisan menjadi efisien dan sistematis.

5. Kesulitan dalam Metodologi, Pengumpulan Data, atau Responden

Setelah judul disetujui, banyak mahasiswa menemui kendala dalam merancang metode penelitian yang sesuai. Mereka sering bingung menentukan pendekatan penelitian, teknik pengambilan sampel, serta instrumen yang akan digunakan.

Pada tahap pengumpulan data, tantangan muncul ketika responden sulit dijangkau atau menolak berpartisipasi. Hambatan administratif seperti izin penelitian juga dapat memperlambat proses ini.

Solusinya, mahasiswa perlu mendiskusikan rancangan metodologi secara rinci dengan dosen pembimbing sejak awal. Dengan begitu, mereka dapat memperoleh arahan yang tepat mengenai desain penelitian dan teknik analisis yang sesuai.

Untuk mempermudah pengumpulan data, mahasiswa dapat memanfaatkan survei daring atau melakukan wawancara melalui platform digital. Persiapan surat izin penelitian dan daftar calon responden juga sebaiknya dilakukan lebih awal agar proses lapangan berjalan lancar.

6. Manajemen Waktu dan Beban Tanggung Jawab Eksternal

Banyak mahasiswa tingkat akhir harus membagi waktu antara menyusun skripsi dan aktivitas lain seperti bekerja, magang, atau berorganisasi.

Kondisi ini membuat mereka sulit fokus dan sering menunda-nunda pekerjaan. Kurangnya disiplin dalam mengatur waktu menyebabkan kemajuan skripsi menjadi lambat dan berdampak pada keterlambatan kelulusan.

Solusinya adalah menetapkan prioritas dengan membuat jadwal tetap untuk mengerjakan skripsi. Teknik manajemen waktu seperti time blocking dapat membantu mengalokasikan waktu secara khusus tanpa gangguan.

Mahasiswa juga perlu berani menolak kegiatan yang tidak mendesakagar fokus tetap terjaga. Menetapkan target mingguan dan memantau kemajuannya secara rutin akan membantu menjaga komitmen hingga skripsi selesai tepat waktu.

7. Kendala Administratif dan Finansial

Masalah administratif sering muncul dalam bentuk prosedur yang panjang dan birokrasi yang rumit, seperti pengajuan proposal, tanda tangan dosen, hingga pencetakan laporan akhir.

Selain itu, biaya penelitian yang meliputi keperluan survei, alat tulis, hingga percetakan kadang menjadi beban tersendiri bagi mahasiswa. Jika tidak direncanakan dengan baik, hal ini bisa menghambat proses penyelesaian skripsi.

Untuk mengatasi masalah tersebut, mahasiswa disarankan memahami tata cara administrasi kampus sejak awal. Menyiapkan berkas lebih awal dan memanfaatkan fasilitas kampus seperti laboratorium, printer, atau bantuan dana penelitian dapat mengurangi hambatan.

Mahasiswa juga sebaiknya membuat rencana anggaran penelitian agar pengeluaran lebih terkontrol. Dengan perencanaan yang matang, kendala administratif dan finansial dapat diminimalkan.

8. Tekanan Psikologis, Stres, dan Risiko Tertundanya Kelulusan

Tekanan mental menjadi masalah serius bagi sebagian mahasiswa yang menghadapi proses skripsi berkepanjangan. Rasa cemas, stres, hingga kelelahan mental sering muncul akibat beban tugas, ekspektasi keluarga, dan ketakutan gagal lulus tepat waktu.

Kondisi ini tidak hanya mengganggu produktivitas, tetapi juga bisa berdampak pada kesehatan fisik dan emosional mahasiswa.

Solusinya adalah menjaga keseimbangan antara aktivitas akademik dan kesehatan mental. Mahasiswa perlu mengenali batas kemampuan diri dan tidak ragu mencari dukungan dari teman, pembimbing, atau layanan konseling kampus.

Membuat rencana kerja yang realistis, beristirahat cukup, serta menjaga pola hidup sehat dapat membantu mengurangi tekanan. Menanamkan keyakinan bahwa skripsi adalah proses pembelajaran, bukan semata-mata penentu kelulusan, juga membantu mahasiswa lebih tenang menghadapi setiap tantangan.

Kesimpulan

Kendala dalam penyusunan skripsi mencakup berbagai aspek, mulai dari persoalan pribadi hingga faktor eksternal seperti pembimbing, administrasi, dan sumber daya kampus. Mahasiswa perlu mengelola diri secara disiplin, memanfaatkan dukungan lingkungan akademik, serta mengatur strategi kerja yang efektif.

Dengan kombinasi antara ketekunan, komunikasi yang baik, dan perencanaan yang matang, setiap hambatan dalam proses penyusunan skripsi dapat diatasi dengan lebih mudah.

*Penyusunan artikel dengan bantuan ai.unikma.ac.id
**Tim Humas Universitas Komputama (UNIKMA), Cilacap, Jawa Tengah

Sumber:

  • umj.ac.id-https://umj.ac.id/opini/sebab-kita-kesusahan-menulis-skripsi/
  • binus.ac.id-https://online.binus.ac.id/2022/04/12/kenali-kendala-saat-menyusun-skripsi-dan-cara-mengatasinya/
  • populix.co-https://info.populix.co/articles/kendala-mengerjakan-skripsi/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *