Unikma.ac.id – Fenomena ular masuk rumah lazim terjadi seturut datangnya musim penghujan. Di antara ular tersebut, ada yang tidak berbisa dan berbisa. Jika berbisa, maka itu sangat berbahaya.
Kalaupun tak berbisa, ular menyebabkan rasa takut dan kekhawatiran. Terlebih, bagi orang yang tak terbiasa berinteraksi dengan hewan melata itu.
Kita tentu harus melindungi orang-orang yang disayangi dengan mencegah ular masuk rumah. Berikut ini adalah ulasan mengenai penyebab ular masuk rumah, pencegahan, hingga pertanyaan menarik: Garam untuk usir ular, mitof atau fakta?
Melansir dua sumber utama, portal.kotawaringinbaratkab.go.id dan bpbd.tangerangkota.go.id beriku ini ulasannya.
Penyebab Ular Masuk Rumah
Fenomena ular masuk ke rumah sering terjadi saat musim hujan dan bukan tanpa alasan. Berikut beberapa penyebab utamanya:
-
Habitat Alami Tergenang Air
Saat musim hujan, area seperti kebun, sawah, semak-semak, atau lubang tanah yang biasanya menjadi tempat tinggal ular sering kali tergenang air. Akibatnya, ular akan mencari tempat yang lebih kering dan aman—salah satunya rumah manusia. -
Mencari Tempat Hangat dan Kering
Ular menyukai lingkungan yang hangat dan lembap. Ketika hujan turun terus-menerus, suhu lingkungan menjadi lebih dingin dan lembap berlebih, sehingga ular mencari tempat hangat seperti kolong rumah, dapur, atau gudang. -
Mencari Makan (Mangsa)
Salah satu alasan utama ular masuk rumah adalah karena mengikuti jejak mangsanya, seperti tikus, cicak, atau katak. Jika di rumah banyak hewan kecil tersebut, besar kemungkinan ular akan tertarik untuk masuk. -
Lingkungan Kotor dan Barang Menumpuk
Rumah dengan banyak tumpukan barang, sampah, atau rerumputan di sekitar halaman dapat menjadi tempat persembunyian yang ideal bagi ular untuk berteduh atau bertelur. Kondisi ini juga menarik mangsa kecil yang kemudian memancing ular datang. -
Area Gelap dan Lembap
Ular suka bersembunyi di tempat yang gelap dan lembap, seperti kamar mandi, bawah lemari, atau lubang saluran air. Kurangnya pencahayaan alami dan sirkulasi udara membuat area ini nyaman bagi ular untuk berlindung. -
Musim Bertelur
Pada periode tertentu, khususnya antara Oktober hingga Desember, beberapa jenis ular seperti kobra memasuki masa bertelur. Mereka akan mencari tempat aman dan tersembunyi—termasuk di dalam rumah—untuk meletakkan telurnya.
Kesimpulannya, kombinasi antara faktor lingkungan, ketersediaan makanan, dan siklus alami ular menyebabkan hewan ini lebih seringterlihat di area permukiman saat musim hujan. Karena itu, menjaga kebersihan, menutup celah rumah, dan memastikan area sekitar bebas dari tikus atau tumpukan sampah menjadi langkah penting untuk mencegah ular masuk.
Cara Mencegah Ular Masuk ke Dalam Rumah Saat Musim Hujan
Fenomena ular masuk rumah dapat dicegah dengan langkah-langkah sederhana namun efektif. Berikut sejumlah cara pencegahan yang disarankan oleh BPBD dan petugas pemadam kebakaran di berbagai daerah:
-
Jaga Kebersihan Lingkungan Sekitar Rumah
Ular cenderung datang ke area yang kotor, lembap, dan banyak sampah. Karena itu, biasakan membersihkan rumah dan halaman secara rutin, termasuk area belakang rumah, gudang, dan kolong bangunan. Sampah rumah tangga sebaiknya dibuang setiap hari agar tidak menarik tikus yang bisa memancing ular datang. -
Hindari Penumpukan Barang Bekas
Barang-barang bekas seperti kardus, kayu, atau perabot tak terpakai dapat menjadi tempat persembunyian ular. Rapikan atau buang barang yang tidak terpakai agar tidak menimbulkan celah atau ruang gelap yang disukai hewan melata ini. -
Pangkas Tanaman dan Rumput di Sekitar Rumah
Tanaman atau rumput yang terlalu rimbun di sekitar rumah bisa menjadi tempat berlindung bagi ular dan mangsanya. Pangkas secara rutin dan pastikan halaman tetap bersih dan terbuka agar ular enggan mendekat. -
Tutup Celah, Lubang, dan Saluran Air
Periksa bagian rumah seperti retakan dinding, celah di bawah pintu, ventilasi, atau saluran air yang bisa menjadi jalur masuk ular. Gunakan kawat kasa, semen, atau penutup khusus untuk menutup semua celah tersebut dengan rapat. -
Pastikan Ventilasi dan Pencahayaan Baik
Ular menyukai tempat yang gelap dan lembap. Pastikan sinar matahari bisa masuk ke dalam rumah dan sirkulasi udara berjalan baik. Hindari area lembap dan pastikan tidak ada genangan air di sekitar rumah. -
Gunakan Aroma Menyengat Alami
Menurut BPBD Kota Tangerang, memberikan wangi-wangian yang kuat seperti minyak kayu putih atau serai bisa membantu mengusir ular karena mereka sensitif terhadap aroma tertentu. -
Tidak Perlu Menabur Garam
Banyak orang percaya bahwa garam dapat mengusir ular, namun hal ini tidak benar. Garam tidak berpengaruh pada ular karena kulitnya dilapisi sisik tebal yang tidak bereaksi terhadap zat tersebut. -
Segera Laporkan kePetugas Jika Ular Ditemukan
Jika ular sudah terlanjur masuk rumah, jangan panik dan jangan mencoba menangkapnya sendiri. Segera hubungi petugas BPBD, Damkar, atau Tim Animal Rescue agar evakuasi dilakukan secara aman dan profesional.
Dengan menjaga kebersihan, memperhatikan kondisi lingkungan, serta menutup semua akses masuk yang berpotensi, risiko ular masuk rumah selama musim hujan dapat diminimalkan secara efektif.
Garam Efektif Cegah dan Usir Ular, Mitos atau Fakta?
Banyak masyarakat percaya bahwa menaburkan garam di sekitar rumah dapat mencegah ular masuk, namun faktanya garam tidak efektif untuk mengusir ular. Keyakinan ini kemungkinan muncul karena garam terbukti ampuh menghalau hewan berlendir seperti siput atau lintah.
Namun, ular memiliki kulit bersisik tebal dan kering, bukan berlendir, sehingga tidak terpengaruh oleh sifat korosif garam. Ular juga tidak memiliki reaksi kimiawi yang menyebabkan iritasi atau ketidaknyamanan saat bersentuhan dengan garam.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Ghufron Falveli, menegaskan bahwa penggunaan garam sama sekali tidak membantu dalam upaya pencegahan ular. Menurutnya, cara paling efektif adalah menjaga kebersihan rumah, memperbaiki sirkulasi udara dan pencahayaan, serta menghindari area lembap dan gelap yang menjadi tempat favorit ular bersembunyi.
Selain itu, menaburkan aroma menyengat alami seperti serai, minyak kayu putih, atau kapur barus lebih disarankan karena ular memiliki indera penciuman yang peka. Jika ular sudah terlanjur masuk, langkah terbaik adalah tidak panik dan segera menghubungi petugas BPBD atau Damkar untuk penanganan aman.
Dengan demikian, mitos soal garam sebaiknya ditinggalkan dan diganti dengan langkah-langkah pencegahan yang benar dan terbukti efektif.
Langkah yang Harus Dilakukan Jika Ular Terlanjur Masuk ke Rumah
Jika ular sudah kadung masuk ke dalam rumah, hal terpenting adalah tetap tenang dan tidak panik. Tindakan yang tergesa-gesa justru bisa membuat ular merasa terancam dan menjadi agresif. Berikut langkah-langkah yang disarankan oleh BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran di berbagai daerah:
-
Jangan Panik dan Jangan Mendekati Ular
Tetap jaga jarak aman minimal 2–3 meter dari ular. Hindari mencoba menangkap, memukul, atau mengusirnya sendiri, karena bisa memicu serangan. Ingat bahwa beberapa jenis ular, seperti kobra, memiliki bisa yang mematikan. -
Amankan Penghuni Rumah dan Hewan Peliharaan
Segera evakuasi anggota keluarga, terutama anak-anak, serta hewan peliharaan ke ruangan lain yang aman dan tertutup. Pastikan tidak ada yang mendekati lokasi ular. -
Tutup Akses Keluar Masuk Ruangan
Jika memungkinkan, tutup pintu dan jendela ruangan tempat ular berada untuk mencegahnya berpindah ke bagian rumah lain. Namun, jangan mencoba mengurung ular dengan tangan kosong—gunakan alat bantu seperti papan atau sapu panjang dari jarak aman. -
Perhatikan Pergerakan Ular dari Jarak Aman
Amati arah ular bergerak agar petugas penyelamat nanti dapat dengan mudah menemukan posisinya. Jangan menghalangi jalannya, biarkan ular mencari tempat tenang atau keluar sendiri jika memungkinkan. -
Segera Hubungi Petugas yang Berwenang
Hubungi BPBD, Damkar, atau Tim Animal Rescue setempat untuk melakukan evakuasi. Petugas memiliki peralatan dan keahlian khusus dalam menangani hewan berbahaya seperti ular, sehingga proses evakuasi bisa dilakukan dengan aman dan tanpa melukai hewan tersebut. -
Setelah Dievakuasi, Periksa Sumber Masuknya
Setelah ular berhasil dikeluarkan, periksa rumah untuk menemukan celah, lubang, atau retakan yang menjadi jalur masuk ular. Tutup semua akses tersebut agar kejadian serupa tidak terulang. -
Lakukan Pembersihan dan Pencegahan Lanjutan
Bersihkan area tempat ular ditemukan, buang tumpukan barang yang tidak perlu, dan pastikan tidak ada hewan kecil seperti tikus yang bisa menarik ular datang kembali.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, risiko bahaya akibat ular yang masuk rumah dapat diminimalkan. Prinsip utamanya adalah tetap tenang, tidak bertindak sendiri, dan segera meminta bantuan petugas profesional untuk memastikan keselamatan seluruh penghuni rumah.
—
*Penyusunan artikel dengan bantuan ai.unikma.ac.id
**Tim Humas Universitas Komputama (UNIKMA), Cilacap, Jawa Tengah
Sumber:
- portal.kotawaringinbaratkab.go.id – https://portal.kotawaringinbaratkab.go.id/index.php/id/blog/waspada-ular-masuk-rumah-saat-musim-hujan-damkar-kobar-berikan-tips-yang-dapat-dilakukan-agar
- bpbd.tangerangkota.go.id – https://bpbd.tangerangkota.go.id/berita/waspada-ular-bermunculan-di-musim-hujan









