Banner Tarik Pameran Elektronik dan Teknologi Modern Biru dan Merah Muda (1)
previous arrow
next arrow

Peran Strategis Mata Kuliah Multimedia di Tengah Perkembangan AI: Mengukir Makna di Era Otomatisasi Kreatif

Stmikkomputaama.ac.id – Revolusi Kecerdasan Buatan (AI) telah mengubah lanskap industri kreatif secara fundamental, memunculkan pertanyaan […]


Stmikkomputaama.ac.id – Revolusi Kecerdasan Buatan (AI) telah mengubah lanskap industri kreatif secara fundamental, memunculkan pertanyaan mendalam tentang nilai keahlian manusia di tengah kemudahan otomatisasi. Fenomena ini, yang kerap memicu diskusi sengit di berbagai platform, termasuk media sosial, menggarisbawahi urgensi pemahaman baru terhadap kompetensi yang ditawarkan oleh mata kuliah multimedia.

Diskusi di media sosial belakangan ini, seperti yang diungkapkan oleh seorang teman di akun  pribadinya, kerap menyentil realitas yang kontras antara “dulu” dan “sekarang”. “Dulu banget ya sekitar 20 tahun lalu,” tulisnya, “kepingin bisa sesuatu mahal sekali. Contoh pengen bisa edit foto saja harus kursus. Kepengin bisa desain grafis ada begitu banyak biaya dan banyak waktu yang harus disediakan buat belajar.”

Namun, zaman telah berubah drastis. Ia melanjutkan, “Sekarang, edit foto yang prosesnya begitu panjang hanya cukup dengan menulis perintah atau prompt. Klik, nunggu 20 detik, sudah jadi. Hasilnya di luar dari yang kita bayangkan. Sungguh sempurna.”

Ironisnya, kemudahan ini seringkali berujung pada kekosongan makna. “Tapi ya itu. Dibuat hanya untuk mainan. Sama sekali ilmu yang dulu mahal kini gak berarti.” keluhnya.

Keresahan ini menjadi latar belakang penting bagi kita untuk meninjau kembali peran strategis mata kuliah multimedia. Bukan untuk melawan arus AI, melainkan untuk menambah nilai dan makna dalam setiap karya yang tercipta, menjadikan mahasiswa sebagai nahkoda di lautan teknologi yang terus berkembang.

Halaman: 1 2 3

10 responses to “Peran Strategis Mata Kuliah Multimedia di Tengah Perkembangan AI: Mengukir Makna di Era Otomatisasi Kreatif”

  1. Artikel ini menyusun argumentasi yang kuat terkait urgensi mempertahankan esensi kreatif di era AI. Menempatkan mahasiswa sebagai pemimpin dalam ekosistem multimedia modern adalah pendekatan yang visioner.

  2. Artikel ini menarik karena menekankan pentingnya makna dalam karya multimedia di era AI. Namun saya jadi penasaran, bagaimana cara konkret perguruan tinggi—khususnya di STMIK Komputama—mengintegrasikan AI dalam mata kuliah multimedia agar mahasiswa tidak hanya ‘menggunakan alat’, tapi juga tetap mengasah kreativitas dan nilai orisinalitasnya? Apakah sudah ada rencana kurikulum atau proyek khusus yang mendorong hal tersebut?

  3. AI memang tidak bisa menggantikan kreativitas manusia, tapi justru jadi partner yang bisa memperluas pengetahuan

  4. bagaimana pengaruh integrasi workflow yang efisien terhadap produktivitas tim atau proyek.

    masukan dari saya, kalo bisa bagian angka halaman/warna itu di ubah warnanya biar pembaca tau sedang berada di halaman berapa

  5. Sebagai mahasiswa di era sekarang penggunaan AI memang sangat membantu tetapi tanpa ada nya arahan dan pembelajaran secara teknis AI menjadi kurang efektif terutama bagi saya yang kurang ahli di bidang multimedia. Dengan ada nya pembelajaran berbasis AI ini semoga bisa memaksimalkan potensi yang di miliki mahasiswa seperti saya yang kurang ahli di bidang tersebut

  6. Saya setuju dengan gagasan dalam artikel tersebut, bahwa penguasaan AI harus dibarengi dengan kreativitas dan etika agar mahasiswa tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga bertanggung jawab dalam berkarya

  7. Artikel ini menyajikan refleksi yang penting dan relevan tentang bagaimana peran mata kuliah multimedia harus beradaptasi dengan cepat di era kecerdasan buatan. Saya setuju bahwa AI bukanlah pengganti kreativitas manusia, melainkan alat bantu yang mempercepat proses dan membuka peluang eksplorasi baru dalam dunia desain dan visual.

  8. Kesimpulannya, di era AI ini, mata kuliah multimedia memiliki peran strategis untuk memastikan bahwa karya mahasiswa tidak sekadar hasil otomatisasi, tapi tetap mencerminkan kreativitas, interpretasi, dan nilai manusiawi.”

  9. – Peran strategi mata kuliah multimedia sangat penting dalam menghadapi era AI, karena mahasiswa perlu dibekali dengan kemampuan konseptual, storytelling, dan etika dalam menggunakan AI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *