Ketum PBNU soal Driver Ojol Affan Kurniawan, Minta Proses Hukum Adil dan Transparan


Stmikkomputama.ac.id – Tragedi driver ojol meninggal dunia akibat insiden dengan mobil perintis Brimob menjadi perhatian banyak pihak, termasuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). PBNU mendesak agar kasus ini ditangani dengan adil dan transparan.

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), mengungkapkan belasungkawa atas wafatnya Afan Kurniawan dan menyatakan keprihatinan atas keadaan Muhammad Umar Anwaruddin. Dua orang yang menjadi korban dalam demonstrasi di Jakarta dalam sebuah insiden yang melibatkan Mobil Perintis Brimob.

Dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menenangkan keadaan dan membangun mekanisme dialog yang lebih tenang serta konstruktif dalam menindaklanjuti aspirasi publik. Gus Yahya menegaskan bahwa semua tuntutan dan aspirasi warga terkait kebijakan sudah didengar.

“Apa yang diinginkan oleh warga masyarakat yang memiliki aspirasi kepada kebijakan sudah didengar,” ujarnya, dikutip dari pernyataannya di YouTube @TVNU.ID, Sabtu (30/8/2025).

Ia mengajak semua pihak untuk mencari solusi melalui mekanisme yang lebih tenang dan substansial agar aspirasi tersebut bisa terpenuhi. Dia juga yakin pemerintah dan jajarannya tengah berpikir keras untuk memenuhi aspirasi tersebut.

“Saya yakin dan saya ingin meyakinkan seluruh warga masyarakat bahwa pemerintah dan jajarannya sudah dalam proses berpikir keras untuk dapat memenuhi aspirasi-aspirasi tersebut,” katanya.

Gus Yahya menekankan pentingnya dialog antara perwakilan warga, termasuk mahasiswa, dengan pihak-pihak relevan dalam jajaran pemerintahan tanpa memperburuk keadaan yang sedang berlangsung. Selain itu, dia mengimbau seluruh warga masyarakat untuk mencari jalan yang lebih tenang.

“Saya mengimbau kepada segenap warga masyarakat termasuk juga kepada adik-adik mahasiswa untuk mencoba mencari jalan yang lebih tenang,” demikian tegasnya.

NU Dukung Aspirasi Masyarakat

Gus Yahya menegaskan bahwa NU, bersama dengan Jamiyah Nahdlatul Ulama, akan turut mendukung, mendampingi, dan menyuarakan aspirasi publik, serta mengupayakan apa yang diharapkan oleh masyarakat terkait musibah yang telah terjadi. Menurut dia, tidak ada jalan bagi siapa pun untuk mengabaikan prinsip keadilan dan transparansi dalam menangani kejadian tersebut.

“Saya kira saat ini tidak ada lagi jalan untuk tidak menangani secara adil dan transparan. Saya yakin sekali bahwa sesudah ini akan ada proses yang adil dan transparan untuk menangani musibah yang sudah terjadi itu,” ujarnya.

Gus Yahya meminta agar semua pihak tidak membiarkan emosi berlebihan. Fokusnya adalah pada kepentingan bersama bangsa, agar negara tetap bertahan dan bergerak menuju masa depan yang lebih baik dan sejahtera.
“Kita semua tidak perlu memperturutkan emosi kita. tidak perlu meluapkan kemarahan dan kesedihan kita secara berlebihan. Tapi mari kita lakukan semuanya dengan cara-cara yang lebih konstruktif,” imbuhnya.
Desak Pemerintah Ambil Sikap

Gus Yahya berharap agar pemerintah segera mengambil sikap yang menenangkan keadaan, sehingga memberi ruang bagi seluruh pihak mengelola masalah ini dengan lebih baik.

“Demikian yang bisa saya sampaikan dan semoga masyarakat maupun pihak-pihak yang relevan terutama dari jajaran pemerintahan sesudah ini dapat segera mengambil sikap yang akan membawa keadaan menjadi lebih sejuk, keadaan menjadi lebih tenang,” pungkasnya.

Sumber:

  • YT @tvnu.id
  • ai.stmikkomputama.ac.id

*Penulis adalah jurnalis, membantu di Media Center STMIK Komputama Cilacap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *