Smikkomputama.ac.id – Macan tutul yang lepas dari Kebun Binatang Lembang atau Lembang Park & Zoo belum juga tertangkap, walau petugas gabungan sudah berusaha mencarinya begitu diketahui kabur dari kandangnya. Akibatnya, warga setempat waswas.
Kekhawatiran warga sangat beralasan mengingat macan tutul adalah predator puncak dalam sistem rantai makanan. Bahkan, di Pulau Jawa, macan tutul (Panthera pardus melas), diduga kuat adalah kucing besar terakhir penghuni hutan.
Menarik dicermati adalah perilaku dan cara berburunya di alam liar. Di tengah ancaman habitatnya yang terus menyempit, penghuni belantara di Jawa ini masih bisa bertahan walau dalam status terancam. Berikut ulasannya.
Mengenal Macan Tutul
Macan tutul memiliki kaki yang pendek dibandingkan dengan tubuhnya yang panjang. Mereka memiliki kepala yang lebar, dan tengkorak mereka yang besar memungkinkan otot rahang yang kuat. Rambut mereka berkisar dari kuning kecokelatan atau kuning muda dan ditutupi dengan mawar hitam, yang melingkar atu perdegi.
Mereka memiliki bintik-bintik hitam pekat di dada, kaki, dan wajah serta cincin di ekornya. Mereka dapat berlari dengan kecepatan hingga 60 km/jam, dan melompat lebih dari 6 m secara horizontal dan 3 m secara vertikal.
Klasifikasi
- Kelas : Mamalia
- Ordo : Carnivora
- Famili : Felidae
- Genus : Panthera
- Spesies : Panthera pardus
- Sub-spesies : Panthera pardus melas
Perilaku
Macan tutul adalah karnivora nokturnal yang hidupnya menyendiri (soliter). Mereka menandai wilayah mereka dengan air kencing, kotoran, dan tanda cakar dan berkomunikasi dengan sesamanya dengan menggeram, mengaum, dan meludah.
Makanan
Monyet, lutung, babi hutan, dan kijang
Habitat
Hutan, sabana, semak belukar, dan pegunungan
Reproduksi
Berkembang biak dengan cara beranak. Macan tutul jantan akan berkelana mencari pasangan dalam teritorinya masing-masing. Macan betina umumnya memiliki anak 2-6 ekor setiap kelahiran, Masa bunting berlangsung kurang lebih 110 hari.
Perilaku di alam liar
Berikut gambaran perilaku macan tutul (Panthera pardus) di alam liar secara umum. Perilaku ini bisa bervariasi tergantung wilayah, habitat, dan ketersediaan mangsa.
- Sifat utama
- Hewan soliter dan teritorial. Setiap individu menandai wilayahnya dengan bau, jejak, dan vokalisasi.
- Rentang wilayah (home range) bervariasi luas tergantung kepadatan mangsa; bisa sangat besar di habitat terbuka, lebih kecil di hutan yang padat.
- Waktu aktif
- Umumnya lebih aktif pada senja, malam, dan dini hari (crepuscular/nokturnal). Di beberapa habitat yang sangat padat manusia atau mangsa tersedia sepanjang hari, tingkat aktivitas bisa berbeda.
- Teknik berburu
- Berburu secara diam-diam melalui pendekatan stalk, lalu melompat untuk menerkam mangsa. Mereka mengincar mangsa sedang hingga besar, seperti kijang, rusa, babi hutan, atau hewan lain sesuai wilayah.
- Leopards sangat ahli dalam mengubah taktik sesuai situasi: bisa mengejar singkat, bisa menyergap dari semak, atau memanfaatkan jebakan vegetasi.
- Setelah menangkap mangsa, mereka sering membawa atau menyembunyikan mangsa untuk menghindari pesaing (hyena, singa) dengan cara menyeret ke semak-semak atau, di banyak kasus, mengangkatnya ke atas pohon.
- Penggunaan pohon
- Pohon adalah tempat perlindungan dan tempat penyimpanan makanan bagi banyak macan tutul. Mereka sering memanjat untuk menghindari bahaya atau untuk menyimpan mangsa.
- Diet
- Karnivora serba bisa: makan hampir apa saja yang bisa mereka tangkap, mulai dari hewan besar hingga hewan kecil. Preferensi tergantung ketersediaan mangsa setempat.
- Reproduksi dan perawatan anak
- Biasanya 2–4 anak per kelahiran. Induk merawat cubs secara eksklusif selama beberapa bulan hingga sekitar 1,5–2 tahun, lalu cubs belajar berburu dan mandiri.
- Komunikasi dan ekspresi sosial
- Menghasilkan berbagai suara: mengaum, menggonggong, mengerik, menggesek-gesek habitat, serta “chuff” saat berinteraksi dengan sesama atau manusia. Mereka juga menggunakan jejak, bau, dan marking untuk berkomunikasi.
- Interaksi dengan manusia dan ancaman
- Konflik dengan manusia dapat terjadi terutama ketika habitat terganggu atau mangsa menurun; beberapa wilayah macan tutul memang memangsa ternak.
- Ancaman utama: hilangnya habitat, perburuan ilegal, dan kematian akibat serangan kendaraan. Status konservasi bervariasi berdasarkan daerah dan subspesies; secara umum macan tutul secara global diklasifikasikan sebagai Vulnerable oleh IUCN, dengan beberapa populasi lebih terancam.
- Variasi regional
- Afrika: lebih banyak menemui macan tutul yang memanfaatkan savana dan hutan terbuka; sering menyimpan mangsa di pohon untuk melindunginya dari pesaing.
- Asia (termasuk subspesies di Asia Selatan hingga Asia Tenggara dan Rusia bagian selatan): beradaptasi dengan berbagai habitat, termasuk hutan tropis lebat dan pegunungan; ukuran populasi bisa berbeda antar wilayah.
- Secara umum, perilaku spesifik (ukuran wilayah, preferensi mangsa, kebiasaan memanjat) dapat berbeda antar subspesies dan lingkungan.
- gembiralokazoo.comai.
- ai.stmikkomputama.ac.id
*Penulis adalah jurnalis, membantu di Media Center STMIK Komputama Cilacap